Rabu, 19 Oktober 2011

~::* AIRMATA DAN MUKENA KERINDUAN *::~ BAG(1)

Selepas isya,jamaah shalat isya meninggalkan masjid satu persatu sebagian lampu masjid telah padam pintu2 telah terkunci kesunyian mulai merayap angin bertasbih pada dedaunan pohon ketepeng dan diantara gemericik air,bulan bersaput awan tewaram,sayup2 terdengar tilawah Al Quran dari kamar ta'mir masjid suaranya mendayu-dayu terasa syahdu dalam kalbu.

Pada shaf putri seorang ibu terbalut mukena suci yg sedikit kusam jemari tuanya tak henti memilin biji tasbih sementara bibirnya berlumur tasbih dan tahmid memuja Rabb,Allah Azza Wajalla.

Sementara itu seorang remaja putri berada disampingnya dalam sujud panjangnya terdengar gemuruh doa dari kedalaman hati hingga sajadahnya bersimbah airmata seusai salam ia menepis airmatanya dg ujung mukena putihnya.

"Mengapa kamu menangis,putriku?"

Perempuan muda tersebut hanya menunduk dan menggeleng.sang ibu membelai putrinya dg hangat.

"Ummi,apakah Ruqaiyah harus menikah dg Mas Din?"

"Ya,putriku.Insya Allah,Syamsuddin adalah jodohmu meski ia hanya seorang guru di Madrasah aliyah ia memiliki bekal yg cukup untuk menjadi suami yg baik bagimu dan ayah yg santun untuk anak2mu kelak.Syamsuddin putra Pak Abdurrahman Badawi sahabat karib abi ketika dipesantren Al Fadholi Malang.Abi dan Ummi tahu betul kesehariannya kami telah mengenalnya sedari kecil bahkan kalian telah akrab seperti kakak dan adik meskipun sekarang ia masih kuliah di IKAHA Tebuireng sedangkan kamu telah menjadi dosen di STKIP PGRI Jombang tapi Ummi yakin Syamsuddin mampu membimbingmu kejalan yg lurus milik Allah"

"Selama ini,Ruqaiya menganggap Mas Din seperti kakak Ruqaiyah sendiri Ruqaiyah tidak berani mencintainya Ummi."

"Tapi Syamsuddin mencintaimu,putriku ia telah bicara banyak pada Ummi tentang perasaannya selama ini kepadamu karena itulah selama ini ia sangat menjaga jarak dg mu agar keakraban kalian tak melampui batas karena Syamsudin mencintaimu,putriku."

"Tapi Ummi,Ruqaiyah telah mencintai Mas Fahmi meskipun ia telah mencintai wanita lain Ruqaiyah mencintainya secara diamc agar konsentrari mengajar kami tidak terganggu.Ruqaiyah jatuh cinta pada Mas Fahmi,saat bimbingan skripsi dulu kebetulan dosen pembimbing kami sama Ruqaiyah tak pernah pacaran dg Mas Fahmi hanya mencintainya meski Mas Fahmi suka berganti-ganti pacar."

"Astaghfirullah! Putriku,pacaran adalah hal yg nista mendekati zina,haram hukumnya "Dan janganlah kamu mendekati zina,sesungguhnya zina itu adalah perbuatan yg keji dan suatu jalan buruk" tinggalkan kesesatan putriku,menuju cahaya Nya" ibu tersebut meninggikan suaranya,bergetar seluruh tubuhnya keriput diwajahnya kian tegas sorot matanya menyala-nyala namun rona ayu wajahnya tetap terjaga.

"Ruqaiyah sudah berusaha melupakan Mas Fahmi tapi selalu gagal cinta Ruqaiyah terlalu besar tuk Mas Fahmi,Ummi."

"Berlindunglah pada Allah,putriku tak ada yg patut kita cintai kecuali Allah dan Rasul Nya percayalah Fahmi bukan lelaki baik2.Ummi paham sekali sifat Fahmi yg berandalan itu ia memang tampan,pintar dan kaya tapi Ummi tahu hatinya busuk! Percayalah pada Ummi,putriku."

"Ummi tidak boleh suudzon pada Mas Fahmi!"

"Apakah Ruqaiyah lebih memercayai Fahmi dari pada Ummi?"

"Bukan begitu,Ummi,"Ruqaiyah merajuk manja pada ibunya sementara Nusaiba membelai putri semata wayangnya dg cinta.

"Mungkin sudah saatnya Ummi bercerita kepadamu bagaimana Ummi menjalani kegetiran hidup terperosok ke jurang nista karena pergaulan keliru hari2 yg kelam penuh airmata dan penyesalan hingga Ummi menemukan cahaya cinta sejaji,cinta yg menuntun Ummi ke cahaya kebahagiaan surga. Insya Allah.

"Astaghfirullah! Benarkah,Ummi? Mengapa Ummi selama ini menyembunyikannya?

Malam semakin pekat tanpa rembulan tak berbintang hanya angin malam yg semakin liar bertasbih,beradu dg lantunan ayat2 suci dari kamar ta'mir masjid hingga menembus langit.

Ruqaiyah menutup pintu masjid agar angin tak menerpa mereka dalam pelukan Nusaiba dalam balutan mukena penuh cinta Ruqaiyah mendengar Ummi berkisah untuknya.

Setelah lulus Madrasah Tsanawiyah Ngoro,Ummi belajar di pesantren Tambak Beras Jombang tepatnya dipesantren putri Al Fathimiyah sembari sekolah di Madrasah Aliyah Tambak Beras Ummi melewati masa remaja penuh dg kegembiraan bersama santriwati dipesantren dan teman2 sekolah hari2 Ummi lewati dg mengaji kitab2 salaf dg tenang Ummi belajar banyak hal tentang aklak,fiqih,bahasa arab,ilmu hadis,sharaf,nahwu dan lain sebagainya juga tentang kebersamaan dan kekeluargaan.

Ummi mendapat banyak teman tidak saja dipesantren tapi juga disekolah kami saling menyayangi hampir tidak ada konflik yg berujung dendam diantara kami hanya kasus ringan dan kesalahpahaman saja yg sering terjadi itu pun akan lebur dalam forum silahturrahim disetiap akhir pengajian ba'da isya kami berbicara dari hati ke hati tentang hal yg mengganjal dihati hingga semua masalah selerai pada hari itu juga lalu kami saling berpelukan dan meneruskan cerita2 kami diatas ranjang dalam kamar masing2.

Sebagian besar santriwati juga bersekolah baik di Madrasah Tsanawiyah,Madrasah Aliyah Maupun perguruan tingi.Saat sekolah Ummi mengenakan seragam putih2 disetiap hari senin dan selasa sedangkan hari rabu dan kamis kami mengunakan seragam batik kami kelihatan anggun sekaligus lucu karena pada awal kelas satu kerudung kami banyak yg penceng dan rok panjang kami kedodoran.

Akibatnya Ummi sering diminta maju kedepan kelas untuk membaca kitab dan menjelaskan maksudnya untuk itulah Ummi harus berjuang untuk tetap terjaga dan ekstra serius memerhatikan setiap penjelasan beliau hingga teman sekelas cemburu pada Ummi karenanya.

Sebenarnya Ummi telah selesai belajar di pesantrdn tepat 3 tahun seiring dg Ummi yg lulus dari Madrasah Aliyah beberapa teman santriwati telah meninggalkan pesantren setelah lulus sekolah tapi tidak Ummi.Ummi diminta untuk mengabdi di Ndalem romo Kyai selama setahun,Ummi senang sekali karena Ummi juga tak ingin kuliah atau kembali dirumah Ummi lebih tenang dan istiqamah ketika dipesantren.

Hingga suatu ketika malam itu Romo Kyai dan Bu Nyai meminta Ummi untuk segera menikah.Tahukah kamu,putriku? Mereka menjodohkan Ummi dg guru nahwu tersebut! Perasaan Ummi langsung melambung tingi mendengarkannya tak terbayang jika Ummi akan menjadi wanita yg paling bahagia jika Ummi bersuami beliau.Dua hari sebelumnya beliau dan ayahandanya menemui Romo Kyai dan mengutarakan keinginan untuk meminang Ummi.

Tapi terlalu cepat,putriku saat itu Ummi merasa belum siap untuk menikah Ummi masih ingusan kurang dewasa Ummi masih ingin belajar dipesantren Ummi tidak menolak lamaran tersebut Ummi beralasan ingin membicarakannya lebih dahulu pada keluarga Ummi namun Romo Kyai terus memaksa Ummi untuk menerima pinangan tersebut akhirnya Ummi memutuskan untuk memberikan jawabannya tahun depan itupun jika beliau masih bersedia menunggu.

Ternyata sikap egois dan kekanak-kanakan Ummi berbuntut penyesalan yg berkepanjangan dalam hidup Ummi seandainya Ummi langsung menerima pinangan tersebut Ummi tidak akan merasakan pahitnya jurang nista yg dalam.

Sejak peristiwa menggemparkan itu Ummi langsung demam dan jatuh sakit Ummi minta Izin untuk istirahat dirumah selama seminggu Ummi tidak pernah bercerita pad Ibu atau keluarga yg lain tentang pinangan itu,Ummi pikir mereka tak akan mau peduli dg Ummi tapi Ummi salah keluargalah yg harus kita percayai merekalah yg jelas menyayangi kita tanpa syarat bukan orang lain.

Setelah setahun mengabdi di Ndalem Ummi minta izin untuk kuliah di STKIP PGRI Jombang.Ummi berharap dg kuliah bisa membawa pada kehidupan selanjutnya yg lebih baik namun semua mimpi Ummi terbakar musnah oleh kebejatan dan nafsu lelaki!

Tapi tidak sekarang,putriku.Ummi akan menceritakan kisah Ummi besok malam seusai isya sekarang sudah larut putriku,mari kita pulang.

Ruqaiya membantu ibunya berdiri meninggalkan masjid,bulan pucat menggantung dilangit sana meski angin yg berhembus semakin kencang Ruqaiya dan Nusaiba terasa hangat dibalik mukena cinta.

Bersambung.....

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Kasih Jempolnya..