Jumat, 18 Januari 2013

(¯`*•.¸♥ Wanita Mampu Menangis Dalam Tawanya ♥¸.•*´¯)

Foto: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh, 

(¯`*•.¸♥ Wanita Mampu Menangis Dalam Tawanya ♥¸.•*´¯)

Bismillahirrahmanirrahim, 

Wanita mampu menangis dalam tawanya,

 Wanita juga mampu tertawa dalam tangisnya.

 Saat wanita berkata “Aku baik-baik saja” padahal kenyataannya hati wanita hancur berkeping-keping.

 Mereka sedikit kesulitan mengungkapkan isi hatinya, lukanya, bahkan semua yang membuatnya terluka.

 Jika pun mereka bisa mengungkapkannya, mereka tidak mampu mengungkapkan semuanya, selalu ada yang disisakan untuk diungkapkan.

 Karena dalam kondisi seperti itupun wanita masih memikirkan perasaan prianya.

 Mereka tidak ingin prianya sedih dan ragu meskipun disaat bersamaan hatinya sudah hancur lebur.

 Bagai kapas yang beterbangan yang sulit untuk disatukan kembali dalam sebuah hati yang utuh.

 Setegar dan sekuat apapun wanita, dia pasti menangis.

 Entah dengan atau tanpa aliran air mata.

 Dalam setetes air matanya ada jutaan kata penuh makna yang tak mampu terucap.

 Wanita adalah makhluk Tuhan penuh makna! Jangan pernah sakiti wanita, karena wanita diciptakan bukan untuk disakiti.

 “Wanita diciptakan bukanlah dari kepala untuk dijadikan pemimpin, wanita tidak diciptakan dari kaki untuk dijadikan sebagai alas. 

Tapi wanita diciptakan dari tulang rusuk untuk dijadikan pendamping, dekat dengan tangan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai”

<3 Semoga bermanfaat dan Salam santun erat silaturahmi wa ukhuwah fillah <3
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

Bismillahirrahmanirrahim,

Wanita mampu menangis dalam tawanya,

Wanita juga mampu tertawa dalam tangisnya.

Saat wanita berkata “Aku baik-baik saja” padahal kenyataannya hati wanita hancur berkeping-keping.

Mereka sedikit kesulitan mengungkapkan isi hatinya, lukanya, bahkan semua yang membuatnya terluka.

Jika pun mereka bisa mengungkapkannya, mereka tidak mampu mengungkapkan semuanya, selalu ada yang disisakan untuk diungkapkan.

Karena dalam kondisi seperti itupun wanita masih memikirkan perasaan prianya.

Mereka tidak ingin prianya sedih dan ragu meskipun disaat bersamaan hatinya sudah hancur lebur.

Bagai kapas yang beterbangan yang sulit untuk disatukan kembali dalam sebuah hati yang utuh.

Setegar dan sekuat apapun wanita, dia pasti menangis.

Entah dengan atau tanpa aliran air mata.

Dalam setetes air matanya ada jutaan kata penuh makna yang tak mampu terucap.

Wanita adalah makhluk Tuhan penuh makna! Jangan pernah sakiti wanita, karena wanita diciptakan bukan untuk disakiti.

“Wanita diciptakan bukanlah dari kepala untuk dijadikan pemimpin, wanita tidak diciptakan dari kaki untuk dijadikan sebagai alas.

Tapi wanita diciptakan dari tulang rusuk untuk dijadikan pendamping, dekat dengan tangan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dicintai”

♥ Semoga bermanfaat dan Salam santun erat silaturahmi wa ukhuwah fillah ♥

♥♥•♫♥♥KETULUSAN♥♥♫•

Foto: ‎(¯`v´¯)♥Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarakatuh♥(¯`v´¯)
•♫♥♥♥♥♥♫•


♥♥•♫♥♥KETULUSAN♥♥♫•
•*`°♥°♫•*♥*•.¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♫•



Bismillahirrahmanirrahiim . . .

***
Ya Allah, ya Tuhanku Yang Maha Melapangkan,

…Ingin rasanya aku menyerah,
melepaskan ini semua dan
membiarkan diriku hilang
dalam ketidak-pedulian.

Tapi aku tak mungkin ikhlas
membiarkan jiwa baikku ini rusak.

Sebetulnya aku hanya letih
dan sedikit merasa tak disayangi

Tapi aku tahu,
Engkau mencintaiku.

ya Allah, ya Tuhanku,
lapangkahlah dadaku,
teduhkanlah wajahku,
dan tinggikanlah derajatku

“ya Allah, Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut,

Aku tahu Engkau tak perlu kuingatkan,
tapi untuk kedamaian hatiku,
ijinkanlah aku mengingatkan-Mu,
…aku ini hanya berharap kepada-Mu.

Aku mohon agar engkau menjauhkanku
dari gurauan kehidupan,
yang mempermainkanku
antara harapan dan kekecewaan.

Perlakukanlah aku dengan lembut
dan penuh kasih, damaikanlah hatiku,
bahagiakanlah keluargaku,
dan sejahterakanlah hidupku. dan buatlah tersenyum semua sahabat-sahabatku

sahabatku semua yang baik

“Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang. Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini. Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.”

Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku

lantas masihkah kau tanyakan KENAPA engkau mencintaiku?

“Ya Allah jadikanlah kami mencintai iman, dan jadikanlah iman itu indah didalam hati kami. Dan bencikanlah kami kepada kekafiran kefasikan dan kedurhakaan. . .

  •♫♥♥♥♥♥♫••♫♥♥♥♥♥♫••♫♥♥♥♥♥♫•
** semoga bermanfaat ,,, Insya Allah**


(¯`v´¯).♥ Aamiin Allahuma Amiin ♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
..♥♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯).`•.¸.•´♥..♥♥..


*Sahabat saudara/i filah gabung yuk' di PAGES . . 
  ~* Selendang Merah | Istana Bidadari *~ ini,
Klik SUKA ,,,,Insya Allah banyak manfaatnya...


(¯`v´¯).♥Salam santun erat silaturahim & ukhuwah filah♥.(¯`v´¯)
•*¨*♥♥ ♥*¨*♥*¨*♥ ♥♥*¨*•

♥♥♥ Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum ♥♥♥
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥ﷲ♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫‎
(¯`v´¯)♥Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarakatuh♥(¯`v´¯)
•♫♥♥♥♥♥♫•


•*`°♥°♫•*♥*•.¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♫•



Bismillahirrahmanirrahiim . . .

***
Ya Allah, ya Tuhanku Yang Maha Melapangkan,

…Ingin rasanya aku menyerah,
melepaskan ini semua dan
membiarkan diriku hilang
dalam ketidak-pedulian.

Tapi aku tak mungkin ikhlas
membiarkan jiwa baikku ini rusak.

Sebetulnya aku hanya letih
dan sedikit merasa tak disayangi

Tapi aku tahu,
Engkau mencintaiku.

ya Allah, ya Tuhanku,
lapangkahlah dadaku,
teduhkanlah wajahku,
dan tinggikanlah derajatku

“ya Allah, Wahai Tuhanku Yang Maha Lembut,

Aku tahu Engkau tak perlu kuingatkan,
tapi untuk kedamaian hatiku,
ijinkanlah aku mengingatkan-Mu,
…aku ini hanya berharap kepada-Mu.

Aku mohon agar engkau menjauhkanku
dari gurauan kehidupan,
yang mempermainkanku
antara harapan dan kekecewaan.

Perlakukanlah aku dengan lembut
dan penuh kasih, damaikanlah hatiku,
bahagiakanlah keluargaku,
dan sejahterakanlah hidupku. dan buatlah tersenyum semua sahabat-sahabatku

sahabatku semua yang baik

“Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang. Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini. Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.”

Aku tak punya waktu untuk membenci orang yang membenciku karena aku terlalu sibuk mencintai orang yang mencintaiku

lantas masihkah kau tanyakan KENAPA engkau mencintaiku?

“Ya Allah jadikanlah kami mencintai iman, dan jadikanlah iman itu indah didalam hati kami. Dan bencikanlah kami kepada kekafiran kefasikan dan kedurhakaan. . .

•♫♥♥♥♥♥♫••♫♥♥♥♥♥♫••♫♥♥♥♥♥♫•
** semoga bermanfaat ,,, Insya Allah**


(¯`v´¯).♥ Aamiin Allahuma Amiin ♥.(¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
..♥♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯).`•.¸.•´♥..♥♥..

♥●•DIAM-DIAM AKU MENCINTAINYA •●♥

Foto: ‎.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´


♥●•Wahai Ukhty Berjilbab Janganlah Gengsi•●♥
♫•*¨*•*ღ☆ღ*•*¨*•♫

بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


☆☆☆
Wahai ukhti..
Jadilah muslimah sejati..
Janganlah kau gensi...
Memakai baju tertutup rapi..
Tanda islam sejati..


Wahai ukhti...
Jagalah sebaiknya diri..
Jangan sampai merugi..
Dengan bujukan dan janji..
Dari seorang laki laki...
Yg ingin mencicipi..


Wahai ukhti..
Yang berhijab rapi..
berbusana muslim sejati..
Jantung hati ini..
Yang telah lama kucari..
Akankah dapat kumiliki..
Dalam ikatan yg suci..
Bukan dlm nafsu birahi..


ღ☆ღ* •*UHHIBBUKUM FILAH*• *ღ☆ღ


♫•*¨*•.¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ﷲ♥::♥::♥♫•.¸.•*¨*•♫
(´'`v´'`)
`•.¸.•´ Semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat...
.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´ ♥Aamiin Allahuma Amiin♥
♫•¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ* •*¨*• *ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸•♫


.♥☆Salam santun penuh cinta kasih☆♥.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´


♥•*•♫♥•Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum •♥♫•*•♥
.¸.•´¸.•*¨)*ღ☆ღ♥ (¸.•´•♥♫•*•♥‎
.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´


♫•*¨*•*ღ☆ღ*•*¨*•♫

بِسْــــــ...ــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ


Ini adalah kisahku. Menaruh hati diam-diam pada seorang lelaki taat yang selalu membuat hari-hariku menjadi indah dan berwarna. Sayangnya, sama sekali tak ada keberanian yang aku tunjukkan untuk mengungkapkan r
asa itu. Aku selalu merasa puas dengan apa yang kulakukan. Melihatnya dari jauh dan mendoakannya selama tiga menit dalam malam panjangku.

"Tiga menit dalam empat tahun. Bukankah itu waktu yang lama? Tidak, itu bukan waktu yang lama, tetapi waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan aku dengan lelaki yang kucintai diam-diam."

Aku masih menyimpan rasaku diam-diam kepadanya. Hingga tahun kedua aku bisa melihatnya tampak semakin dewasa. Sedangkan aku masih saja takut-takut melihatnya. Namun, kau tahu satu yang pasti? Aku masih mendoakannya dalam malam-malam panjangku. Tiga menit untuknya. Kubisikkan diam dan dalam. Sungguh, ketaatannya pada agama membuatku sangat tertarik padanya.
Satu lagi yang pasti, aku berharap semoga ia belum berpasangan dengan wanita manapun.
Kini, sudah tahun keempat aku melihatnya. Tak pernah ada tegur sapa di antara kita, kecuali sapaan senyum jika saling berpapasan. Sungguh, aku selalu deg-degan setiap kali mendapatkan senyuman yang kurasa maut itu.

Hingga, ia datang dengan wajah berseri, menyampaikan satu niatan besar dalam hidupnya. Saat itu, usai sholat dhuhur, aku tengah melipat mukena, tak menyadari kehadirannya sama sekali.

"Aku ingin kau menjadi makmumku."

Bengong. Ya, ekspresiku saat itu hanya bengong, kaget, campur tak percaya. Kau tahu betapa menegangkannya dilamar dalam keadaan tak siap. Lalu, sejurus kemudian ia mengangguk mantap seraya tersenyum lebar.

"Aku percaya dan yakin, kau bisa menjadi ibu dari anak-anakku kelak."

Yaa Allah... aku benar-benar speechless mendengarnya. Bayangkan saja, doa tiga menitku ternyata dikabulkan. Tiga menit dalam empat tahun. Bukankah itu waktu yang lama? Tidak, itu bukan waktu yang lama, tetapi waktu yang tepat bagi-Nya untuk mempersatukan aku dengan lelaki yang kucintai diam-diam.


♫•*¨*•.¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ﷲ♥::♥::♥♫•.¸.•*¨*•♫
(´'`v´'`)
`•.¸.•´ Semoga tulisan singkat ini dapat memberikan manfaat...
.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´ ♥Aamiin Allahuma Amiin♥
♫•¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ* •*¨*• *ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸•♫


.♥☆Salam santun penuh cinta kasih☆♥.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´


♥•*•♫♥•Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum •♥♫•*•♥
.¸.•´¸.•*¨)*ღ☆ღ♥ (¸.•´•♥♫•*•♥

♥●•SEMOGA RINDUMU MASIH ADA•●♥

Foto: ‎.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh¸.•*¨)♥
¸.•´¸.•*¨)♥



♥●•SEMOGA RINDUMU MASIH ADA•●♥
♫•*¨*•*ღ☆ღ*•*¨*•♫


♫•*¨*•.¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ﷲ♥::♥::♥♫•.¸.•*¨*•♫

☆♥☆
Malam tak bertapa
aku menjejaki hutan itu
hanya bayang maya
menelingkupi diriku

langit seakan roboh
dengan awannya
membasahi diriku
ku lihat seperti matamu
yang sendu memandangku

angin tak bergulir
aku menyusuri laut itu
hanya bayangan kabut
tenggelam dalam haru

Bulan gundah
dengan cahayanya yang redup
Hanya embun dipucuk daun
lemah terkulai merunduk sendu

Fajar enggan menyapa
sembunyi di balik kabut
Seperti malam sepi
Tenggelam dalam gelap
seperti rannting kering
enggan mengerling ....


(¯ `•.(۞).•´¯)Ya Allah Ya Rabb(¯ `•.(۞).•´¯)

♫•*¨*•.¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ﷲ♥::♥::♥♫•.¸.•*¨*•♫
(´'`v´'`)
`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´ ♥Met Siang ajj♥
♫•¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ* •*¨*• *ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸•♫


.♥☆Salam santun penuh cinta kasih☆♥.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´(¯ `•.(۞).•´¯)‎
.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh¸.•*¨)♥
¸.•´¸.•*¨)♥



♫•*¨*•*ღ☆ღ*•*¨*•♫


♫•*¨*•.¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ﷲ♥::♥::♥♫•.¸.•*¨*•♫

☆♥☆
Malam tak bertapa
aku menjejaki hutan itu
hanya bayang maya
menelingkupi diriku

langit seakan roboh
dengan awannya
membasahi diriku
ku lihat seperti matamu
yang sendu memandangku

angin tak bergulir
aku menyusuri laut itu
hanya bayangan kabut
tenggelam dalam haru

Bulan gundah
dengan cahayanya yang redup
Hanya embun dipucuk daun
lemah terkulai merunduk sendu

Fajar enggan menyapa
sembunyi di balik kabut
Seperti malam sepi
Tenggelam dalam gelap
seperti rannting kering
enggan mengerling ....


(¯ `•.(۞).•´¯)Ya Allah Ya Rabb(¯ `•.(۞).•´¯)

♫•*¨*•.¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ﷲ♥::♥::♥♫•.¸.•*¨*•♫
(´'`v´'`)
`•.¸.•´
.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´ ♥Met Siang ajj♥
♫•¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ* •*¨*• *ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸•♫


.♥☆Salam santun penuh cinta kasih☆♥.¸.•´¸.•*¨)
(¸.•´ (¸.•´(¯ `•.(۞).•´¯)

♥ BATAS ANTARA BENCI DAN CINTA♥

Foto: ‎.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarokatuh¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´♫•*¨*•*ღ☆ღ*•*¨*•♫


سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


☆☆
(¯`*•.¸♥ BATAS ANTARA BENCI DAN CINTA♥¸.•*´¯)
.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´☆☆


♥♥
::: Batas Antara Benci Dan Cinta :::

Jika Engkau mencintai seseorang,
Maka ingatlah Kepada Yang Maha menguasai kekasihmu,
Ialah Allah SWT.
Dan Jika Engaku mencintai seseorang ,
Maka ingatlah kepada Yang Maha menanamkan rasa cinta dalam hatimu itu,
Ialah Allah SWT
Karena jika Engkau mencintai seseorang,
Dan hanya kepada Allah SWT ingatanmu tertuju,
Artinya engkau telah memahami makna cinta dan menjauhi syahwat
Kadangkala kita sering melakukan kesalahan tanpa kita sadari. Ketika jatuh cinta kita terlalu jauh berharap dan memberikan seluruh hati pada seseorang. Bila ternyata orang tersebut melakukan kesalahan kitapun benci-sebenci- benci nya.
Yang kelihatan hanya keburukannya saja, tiada sedikitpun kebaikan padanya. Padahal sebagai manusia kita tidak terlepas dari salah dan khilaf.

Bila kita tidak berkenan kepada seseorang alangkah baiknya kalau kitapun berusaha menjaga lisan dan perbuatan yang menyebabkan penyesalan pada akhirnya. Ketika kita mencaci maki seseorang dengan kata-kata yang kasar, sebenarnya kita sedang memperlihatkan kualitas kita sebagai manusia. Menunjukkan gambaran hati kita. Dan ketika kita menyadari semua itu sudah terlambat. Penyesalan sudah tidak lagi berguna. Sakit dan luka yang kita goreskan akan kembali kita rasakan sakitnya.

Orang tidak akan bisa menilai siapa kita yang sebenarnya, selain apa yang keluar dari lisan kita. Qalbu dan lisan tidak bisa dipisahkan.
Qalbu itu bagaikan panci dalam dada yang mendidih isinya dan siuknya adalah lisannya
Oleh karena itu, perhatikanlah seseorang ketika dia bicara
karena sesungguhnya lisannyalah yang menyiukkan untuk anda rasa manis dan rasa kecut, rasa segar dan rasa pahit kandungan hatinya
dan memberitahukan kepada anda rasa kandungan hatinya melalui lisannya

Bila qalbu kita kotor maka kata-kata yang kotor dan kasarlah yang keluar dari lisan.
Bila qalbu bersih maka kata-kata kebaikan yang akan keluar dari lisan kita.

Mulut seseorang adalah toserba perbendaharaannya
Dan kedua bibir mereka adalah kuncinya
sedang gigi mereka adalah cakarnya
Apabila seseorang membuka pintu toserbanya
Akan jelaslah bagi anda baik buruknya

Barangsiapa yang qalbunya disertai dengan kebaikan,
Niscaya keburukan tidak akan dapat membahayakannya
Barangsiapa yang disertai dengan keburukan
Niscaya kebaikannya tidak berguna baginya

Kalam yang baik adalah baik
dan yang lebih baik daripada kalam adalah maknanya,
Dan yang lebih baik daripada maknanya adalah pengamalannya,
Dan yang lebih baik dari pengamalannya adalah pahalanya
Dan yang lebih baik dari daripada pahalanya adalah Keridhaan dari Tuhan
Yang amal itu dikerjakan karena-Nya

Sungguh tipis sekali batas antara cinta dan benci .

Rasululullah pernah bersabda : Cintailah seseorang sekedarnya saja , bisa jadi suatu saat dia menjadi orang yang paling kamu benci dan bencilah seseorang sekedarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia menjadi orang yang paling kamu cintai (HR At Thurmidzi).



.¸.•´¸.•*¨)♥wallahu'alam bishawwab♥
(¸.•´ (¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´♫•*¨*•**•*¨*•♫


♫•*¨*•Salam santun erat silaturahim wa ukhuwah filah•*¨*•♫


(¯`*•.¸♥ Jazakumullahu khairan khatsiran♥¸.•*´¯)
.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´¸.•*¨)♥‎
¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarokatuh¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´♫•*¨*•*ღ☆ღ*•*¨*•♫


سْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم


☆☆
(¯`*•.¸♥ BATAS ANTARA BENCI DAN CINTA♥¸.•*´¯)
.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´☆☆


♥♥
::: Batas Antara Benci Dan Cinta :::

Jika Engkau mencintai seseorang,
Maka ingatlah Kepada Yang Maha menguasai kekasihmu,
Ialah Allah SWT.
Dan Jika Engaku mencintai seseorang ,
Maka ingatlah kepada Yang Maha menanamkan rasa cinta dalam hatimu itu,
Ialah Allah SWT
Karena jika Engkau mencintai seseorang,
Dan hanya kepada Allah SWT ingatanmu tertuju,
Artinya engkau telah memahami makna cinta dan menjauhi syahwat
Kadangkala kita sering melakukan kesalahan tanpa kita sadari. Ketika jatuh cinta kita terlalu jauh berharap dan memberikan seluruh hati pada seseorang. Bila ternyata orang tersebut melakukan kesalahan kitapun benci-sebenci- benci nya.
Yang kelihatan hanya keburukannya saja, tiada sedikitpun kebaikan padanya. Padahal sebagai manusia kita tidak terlepas dari salah dan khilaf.

Bila kita tidak berkenan kepada seseorang alangkah baiknya kalau kitapun berusaha menjaga lisan dan perbuatan yang menyebabkan penyesalan pada akhirnya. Ketika kita mencaci maki seseorang dengan kata-kata yang kasar, sebenarnya kita sedang memperlihatkan kualitas kita sebagai manusia. Menunjukkan gambaran hati kita. Dan ketika kita menyadari semua itu sudah terlambat. Penyesalan sudah tidak lagi berguna. Sakit dan luka yang kita goreskan akan kembali kita rasakan sakitnya.

Orang tidak akan bisa menilai siapa kita yang sebenarnya, selain apa yang keluar dari lisan kita. Qalbu dan lisan tidak bisa dipisahkan.
Qalbu itu bagaikan panci dalam dada yang mendidih isinya dan siuknya adalah lisannya
Oleh karena itu, perhatikanlah seseorang ketika dia bicara
karena sesungguhnya lisannyalah yang menyiukkan untuk anda rasa manis dan rasa kecut, rasa segar dan rasa pahit kandungan hatinya
dan memberitahukan kepada anda rasa kandungan hatinya melalui lisannya

Bila qalbu kita kotor maka kata-kata yang kotor dan kasarlah yang keluar dari lisan.
Bila qalbu bersih maka kata-kata kebaikan yang akan keluar dari lisan kita.

Mulut seseorang adalah toserba perbendaharaannya
Dan kedua bibir mereka adalah kuncinya
sedang gigi mereka adalah cakarnya
Apabila seseorang membuka pintu toserbanya
Akan jelaslah bagi anda baik buruknya

Barangsiapa yang qalbunya disertai dengan kebaikan,
Niscaya keburukan tidak akan dapat membahayakannya
Barangsiapa yang disertai dengan keburukan
Niscaya kebaikannya tidak berguna baginya

Kalam yang baik adalah baik
dan yang lebih baik daripada kalam adalah maknanya,
Dan yang lebih baik daripada maknanya adalah pengamalannya,
Dan yang lebih baik dari pengamalannya adalah pahalanya
Dan yang lebih baik dari daripada pahalanya adalah Keridhaan dari Tuhan
Yang amal itu dikerjakan karena-Nya

Sungguh tipis sekali batas antara cinta dan benci .

Rasululullah pernah bersabda : Cintailah seseorang sekedarnya saja , bisa jadi suatu saat dia menjadi orang yang paling kamu benci dan bencilah seseorang sekedarnya saja karena bisa jadi suatu saat dia menjadi orang yang paling kamu cintai (HR At Thurmidzi).



.¸.•´¸.•*¨)♥wallahu'alam bishawwab♥
(¸.•´ (¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´♫•*¨*•**•*¨*•♫


♫•*¨*•Salam santun erat silaturahim wa ukhuwah filah•*¨*•♫


(¯`*•.¸♥ Jazakumullahu khairan khatsiran♥¸.•*´¯)
.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´¸.•*¨)♥

♥MENCINTAIMU DALAM DO'A KU♥



Foto: .¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarokatuh♥
(¸.•´

♥MENCINTAIMU DALAM DO'A KU♥
.•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•.


♥♥ Bismillahirrahmanirrahiim ♥♥


♫♫♫
♡♡ Mencintaimu Dalam Do'a ku ♡♡

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya,
mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang
antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal
meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar
sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.

Lelah dan lelah dan lelah ... (⌣́_⌣̀)'


Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih ...

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah ...
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona
tetap mengalir ...

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir
yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 2 tahun.


Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini,
ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona DIAM.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan
"aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.


Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa
menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut,
akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih
yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup ...

Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super ...
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari ...
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat ...
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai ...
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang ...
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa ...
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar ...
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup ...

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat
segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan.
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan ...
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya,
hanya untuk kita berdua saja"

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.

Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam ... Aamiin,

•.¸♥Uhibbukum Filah♥¸.•


♥Salam santun penuh cinta kasih♥
•*♥♥ ♥*¨*♥*•

(¯`*•.¸♥Jazakumullahu khairan khatsiran♥¸.•*´¯)
.wabarakallahu fikum.

[Untukmu yang selalu kucintai dalam DIAM]
.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarokatuh♥
(¸.•´

.•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•.


♥♥ Bismillahirrahmanirrahiim ♥♥


♫♫♫
♡♡ Mencintaimu Dalam Do'a ku ♡♡

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya,
mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang
antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal
meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar
sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.

Lelah dan lelah dan lelah ... (⌣́_⌣̀)'


Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih ...

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah ...
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona
tetap mengalir ...

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir
yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 2 tahun.


Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini,
ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona DIAM.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan
"aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.


Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa
menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut,
akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih
yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup ...

Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super ...
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari ...
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat ...
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai ...
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang ...
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa ...
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar ...
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup ...

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat
segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan.
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan ...
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya,
hanya untuk kita berdua saja"

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.

Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam ... Aamiin,

•.¸♥Uhibbukum Filah♥¸.•


♥Salam santun penuh cinta kasih♥
•*♥♥ ♥*¨*♥*•

(¯`*•.¸♥Jazakumullahu khairan khatsiran♥¸.•*´¯)
.wabarakallahu fikum.

[Untukmu yang selalu kucintai dalam DIAM]

Kamis, 17 Januari 2013

(¯`*•.¸♥ MENCINTAI DENGAN INDAH ♥¸.•*´¯)

Foto: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh..

(¯`*•.¸♥ PESAN CINTA UNTUK KITA ♥¸.•*´¯)

Bismillahirrahmanirrahim,
 
<3 Kepada pria-pria akhir zaman:

 Jangan kau harapkan sebuah kesempurnaan kepada wanita yang kau jadikan pasangan..

 Karena wanita juga punya keterbatasan..

 Ingatlah..

 Wanita yang akan kau nikahi tak setangguh Siti Khadijah Radiyallahuanha..

 Yang mengorbankan apapun untuk kekasih ALLAH..

 Ia tak seperti Siti Aisyah Radiyallahuanha yang luar biasa kecerdasannya..

 Ia juga tak Seshalehah Siti Fatimah Az-Zahra Radiyallahuanha..

 Karena ia hanya wanita akhir zaman..

 Yang tentu memiliki banyak kesalahan dan dosa..

 Ia hanya ingin mendampingimu dengan sederhanaan yang di milikinya..

 Menjadi satu satunya hawa dalam duniamu, menemanimu dalam sisa hidupnya..

 Bersama mengarungi sisa-sisa episode kehidupan dari_NYA..

<3 Kepada pria-pria akhir zaman:

 Sayangilah pendampingmu..

 Seperti engkau menyayangi dirimu sendiri..

 Jika engkau menyakitinya..

 Ingatlah bahwa engkau telah menyakiti dirimu..

 Karena wanita adalah mahkluk indah yang di ciptakan dari rusukmu bagian dari dirimu..

<3 Kepada wanita-wanita akhir zaman:

 Ingatlah..

 Pria yang akan kau nikahi tak akan sesempurna Nabi Muhammad Shalallahu'alaihi Wasallam..

 Tak akan sekaya Nabi Sulaiman 'Alaihissalam dengan harta-harta duniawi yang dititipkan_NYA..

 Ia juga tak setampan Nabi Yusuf 'Alaihissalam,Tapi ia hanya pria-pria akhir zaman..

 Yang akan menjadi imam di duniamu dan akheratmu..

 Yang akan mendampingimu di surga_NYA..

 Dan menjadi ayah dari para mujahid dan mujahidah dari rahimmu..


<3 Aamiin, insaAllah <3

Silahkan Di TAG/SHARE, Semoga bermanfaat dan Salam santun erat silaturahmi wa ukhuwah fillah,,,^_^

Bismillahirrahmanirrahim,

Ketika cinta hadir bukan hanya untuk Allah Yang Maha Mengetahui, saat secercah rasa tidak hanya untuk Yang Maha Pencipta, izinkanlah hati bertanya untuk siapa ia muncul dengan tiba-tiba.... Mungkinkah dengan ridha-Nya atau hanya mengundang murka-Nya?

Rasa cinta itu ibarat pelangi, begitu banyak warna di sana...

Cinta terkadang membuat kita bahagia...

Namun tak jarang membuat kita menderita...

Cinta adakalanya manis bagai madu...

Namun juga mampu memberi rasa pahit bagai empedu...

Cinta adalah perangkap rasa...

Sekali kita salah berlaku, maka akan terkungkung dalam waktu yang lama, dalam lingkaran derita...

Duhai, bagaimanakah kiranya diri bisa keluar dari belenggu itu?

Cintailah dia dengan indah, sikapi dengan anggun dan bijaksana.

Cintailah dia dalam diam, dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan.

♥♥ Cintai dalam diam ♥♥

Bukan karena membenci hadirnya, tapi menjaga kesuciannya, bukan karena menghindari dunia, tapi meraih surgaNya, bukan karena lemah untuk menghadapinya, tapi menguatkan jiwa dari godaan syaitan yang begitu halus dan menyesatkan.

♥♥ Cintai dari kejauhan ♥♥

Karena kehadiran kita tiada mampu menjauhkan diri dari cobaan, kehadiran kita hanya akan menggoyahkan iman dan ketenangan, kehadiran kita mungkin saja akan membawa kesedihan bagi hati yang terjaga.

♥♥Cukup cintai ia dengan kesederhanaan♥♥

Memupuknya hanya akan menambah penderitaan, menumbuhkan harapan hanya akan mengundang kekecewaan, mengharapkan balasan hanya akan membumbui kebahagiaan para syaitan.

♥♥ Maka cintailah ia dengan keikhlasan ♥♥

Karena tentu kisah cinta Fatimah dan Ali bin Abi Thalib yang diinginkan oleh hati... Tapi sanggupkah jika semua berakhir seperti sejarah cinta Salman Al Farisi?
boleh jadi ( pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. ( QS. Al Baqarah : 216)

Tiada obat yang paling mujarab bagi dua orang berlainan jenis yang saling mencintai kecuali bersatunya dua hati,dua jiwa dan raga dalam ikatan suci pernikahan.

"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas ( pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.( QS. An-Nur : 32).

Tapi.... Jika memang kelemahan masih nyata di pelupuk mata maka bersabarlah, berdo'alah dan berpuasalah....

"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. ( QS. Al- Israa : 32)

Cinta bukan untuk kita hancurkan dan kita musnahkan, yang kita perlukan adalah mengendalikan dan mengarahkan agar tidak melanggar syariat-Nya. Kita butuh waktu, kesabaran, kepercayaan/­keyakinan bahwa Allah lah yang mengatur segalanya. Dia akan memberikan pasangan hidup yang terbaik untuk kita pada waktu yang tepat dan orang yang tepat.

Sebelum semuanya halal marilah kita fokus mendekatkan diri pada-Nya dengan memperbanyak ibadah dan memperkuat rasa cinta kita pada-Nya.

Dan cintailah yang belum halal itu dalam diam, dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan, itu jauh lebih anggun, lebih indah, lebih bijak dan lebih suci. InsyaAllahAssalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,





















Rabu, 16 Januari 2013

♥MENCINTAIMU DALAM DO'A KU♥ .•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•.


.¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarokatuh♥
(¸.•´
Foto: .¸.•´¸.•*¨)♥
(¸.•´ (¸.•´Assalamu'alaykum warahmatullohi wabarokatuh♥
(¸.•´

♥MENCINTAIMU DALAM DO'A KU♥
.•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.•.


♥♥ Bismillahirrahmanirrahiim ♥♥


♫♫♫
♡♡ Mencintaimu Dalam Do'a ku ♡♡

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya,
mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang
antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal
meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar
sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.

Lelah dan lelah dan lelah ...  (⌣́_⌣̀)'


Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih ...

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah ...
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona
tetap mengalir ...

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir
yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 2 tahun.


Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini,
ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona DIAM.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan
"aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.


Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa
menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut,
akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih
yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup ...

Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super ...
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari ...
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat ...
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai ...
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang ...
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa ...
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar ...
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup ...

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat
segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan.
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan ...
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya,
hanya untuk kita berdua saja"

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.

Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam ... Aamiin,

•.¸♥Uhibbukum Filah♥¸.•


♥Salam santun penuh cinta kasih♥
•*♥♥ ♥*¨*♥*•

(¯`*•.¸♥Jazakumullahu khairan khatsiran♥¸.•*´¯)
.wabarakallahu fikum.

[Untukmu yang selalu kucintai dalam DIAM]


♥♥ Bismillahirrahmanirrahiim ♥♥


♫♫♫
♡♡ Mencintaimu Dalam Do'a ku ♡♡

"Mencintai seseorang bukan hal yang mudah.
Bagi sebagian orang, termasuk saya tentunya,
mencintai orang merupakan proses yang panjang dan melelahkan."

Lelah ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan yang tidak seimbang
antara akal sehat dan nurani.
Lelah ketika kita harus menuruti akal sehat untuk berlaku normal
meski semuanya menjadi abnormal.
Lelah ketika mata menjadi buta akibat dari perasaan yang membius tanpa ampun.
Lelah ketika imaginasi menjadi liar oleh khayalan yang terlalu tinggi.
Lelah ketika pikiran menjadi galau oleh harapan yang tidak pasti.
Lelah untuk mencari suatu alasan yang tepat untuk sekedar melempar
sesimpul senyum atau sebuah sapaan "apa kabar…"
Lelah untuk secuil kesempatan akan sebuah moment kebersamaan.
Lelah untuk menahan keinginan untuk melihatnya..
Lelah untuk mencari secuil kesempatan menyentuh atau membauinya.

Lelah dan lelah dan lelah ... (⌣́_⌣̀)'


Hanya sebuah sikap diam dan keheningan yang lebih saya pilih ...

Diam menunggu sang waktu memberi sebuah moment.
Diam untuk mencatat segala yang terjadi.
Diam untuk memberi kesempatan otak kembali dalam keadaan normal.
Diam untuk mencari sebuah jalan keluar yang mustahil.
Diam untuk berkaca pada diri sendiri dan bertanya "apakah aku cukup pantas?"
Diam untuk menimbang sebuah konsekuensi dari rasa yang harus dipendam.
Diam dan dalam diam kadang semuanya tetap menjadi tak terarah ...
Dan dalam diam itu pula, saya menjadi gila karena sebuah rasa dan pesona
tetap mengalir ...

Sayangnya, dalam keheningan dan diam yang saya rasakan,
lebih banyak rasa galau daripada sebuah usaha untuk mengembalikan pola pikir
yang lebih logis.
Galau ketika mata terus meronta untuk sebuah sekelibat pandangan.
Galau ketika mulut harus terkatup rapat meski sebuah kesempatan sedikit terbuka.
Galau ketika mencintai menjadi sebuah pilihan yang menyakitkan
Galau ketika mencintai hanya akan menambah beban hidup
Galau ketika menyadari bahwa segalanya tidak akan pernah terjadi
Galau ketika tanpa disadari harapan terlanjur membumbung tinggi
Galau ketika semua bahasa tubuh seperti digerakan untuk bertindak bodoh.

Apakah mencintai seseorang senantiasa membuat orang bodoh? Tentu tidak.
Namun itu pula yang saya rasakan selama hampir lebih dari 2 tahun.


Dalam kelelahan, diam dan kegalauan yang saya rasakan selama ini,
ada rasa syukur atas berkat dari Sang Hidup atas apa yang saya alami.
Syukur ketika rasa pahit menjadi bagian dari mencintai seseorang.
Syukur ketika berhasil memendam semua rasa untuk tetap berada pada zona DIAM.
Syukur untuk sebuah pikiran abnormal namun tetap bertingkah normal
Syukur ketika rasa galau merajalela tak terbendung.
Syukur ketika rasa perih tak terhingga datang menyapa.
Syukur karena tak ditemukannya sebuah nyali untuk mengatakan "Aku mencintaimu"
Syukur ketika perasaan hancur lebur menjadi bagian dari mencintai.
Syukur ketika harus menyembunyikan rasa sakit dan cemburu dalam sebaris ucapan
"aku baik – baik saja"
Syukur atas rahmat hari yang berantakan akibat rasa pedih yang teramat dalam.


Akhirnya, bagi saya, keputusan untuk mencintai melalui sebaris doa
menjadi pilihan yang paling pantas.
Setidaknya, mencintai secara tulus melalui doa, dalam tradisi agama yang saya anut,
akan menjadi lebih bermakna,
karena saya diteguhkan dus menjadi berkat atas segala rasa perih
yang senantiasa ada didalam diri.
Dalam doa, akhirnya, semuanya kita kembalikan kepada Sang Hidup ...

Bahwa terkadang akal dan perasaan campur aduk tak tentu arah.
Bahwa saya juga bukan manusia super ...
Bahwa saya juga tidak bisa berlaku pintar sepanjang waktu, setiap hari ...
Bahwa saya juga punya kebodohan yang kadang susah untuk diterima akal sehat ...
Bahwa dengan segala kekurangan yang ada, saya berani mencintai ...
Bahwa saya bersedia membayar harga dari mencintai seseorang ...
Bahwa saya bersedia menanggung rasa sakit yang luar biasa ...
Bahwa saya mampu untuk tetap hidup meski rasa perih terus menjalar ...
Bahwa saya masih memiliki rasa takut akan kehilangan dalam hidup ...

Dan hari ini, dari semua pembelajaran yang telah saya terima,
Berkembang menjadi sebuah bentuk KEPASRAHAN.
Sebuah Zona yang terbentuk karena saya merasa tidak berdaya.
Dimana saya merasa tidak memiliki kemampuan untuk membuat
segalanya menjadi mungkin.
Dimana saya tidak berani untuk membangun sebuah harapan.
Dimana saya tidak berani untuk mengatakan ...
"Aku mencintaimu, mari kita pastikan segalanya, dan semuanya,
hanya untuk kita berdua saja"

Dan ini adalah pilihan terakhir yang saya miliki,
Mencintai dalam kepasrahan, tanpa berharap dan tanpa meminta.
Meski sangat susah dan hampir mustahil bagi saya untuk tidak mengingatnya.
Semoga saya bisa.

Dan hingga hari ini, saya masih mencintainya
Saya sadar hal itu akan memberi rasa perih yg teramat dalam
Karena bagi saya, lebih susah untuk tidak mencintainya.
Dalam perjalanan yang melelahkan, dalam diam dan keheningan
Dan tentunya dalam sebuah KEPASRAHAN yang teramat dalam ... Aamiin,

•.¸♥Uhibbukum Filah♥¸.•


♥Salam santun penuh cinta kasih♥
•*♥♥ ♥*¨*♥*•

Selasa, 15 Januari 2013

Kontroversi Penulisan Singkatan SWT dan SAW




Penulisan singkatan “SWT/Swt” (singkatan Subhanahu wata’ala) bagi Allah dan “SAW/Saw” (Shallallahu ‘alaihi wasallam) bagi Nabi Muhammad menjadi kontroversi. Pendapat pertama, tidak boleh menyingkatnya. Pendapat kedua, membolehkannya.
Pendapat pertama (tidak boleh menyingkat) mengacu kepada fatwa-fatwa ulama, seperti Fatwa Lajnah Ad-Daimah (Dewan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia): “Yang disunnahkan adalah menulisnya secara lengkap –shallallahu ‘alaihi wasallam- karena ini merupakan doa. Doa adalah bentuk ibadah, begitu juga mengucapkan kalimat shalawat ini.
As-Suyuthi berkata dalam kitabnya Tadribur Rawi fi Syarhi Taqrib An-Nawawi, “Dibenci menyingkat shalawat dan salam dalam penulisan, baik dengan satu atau dua huruf seperti menulisnya dengan slm3, bahkan semestinya ditulis secara lengkap.” (Majalah Asy Syari’ah/bakkah.net).
Jadi, menurut pendapat pertama ini, kita tidak boleh menyingkat shalawat dan salam dengan cara apa pun –Swt, Saw, Wr Wb, r.a., dll. dengan alasan karena didalamnya ada bentuk do’a dan pengagungan kepada Allah yang telah disyari’atkan.
Ada juga yang menuliskan ALLAH dengan huruf “4JJ1″. Tidak boleh kita menulis seperti ini karena “4JJ1″ telah diselewengkan maknanya menjadi “For Judas Jesus Isa Al-Masih”.
Argumentasi pendapat pertama ini sepenuhnya “pendapat”, tidak menyertakan dalil Quran ataupun hadits yang secara jelas, eksplisit, atau qath’i melarang penyingkatan itu. Mungkin itu sebabnya, dalam Fatwa Lajnah Daimah, digunakan ungkapan  ”Yang disunahkan…”, bukan “Yang diwajibkan…”.
Boleh
Pendapat kedua (yang membolehkan) mengatakan, tidak ada nash Qur’an dan Hadits yang secara tegas (sharîh) melarang singkatan itu, sebagaimana dipaparkan Muhammad Arifin (Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran) sebagai berikut:
Saya tidak menemukan nashsh –baik al-Qur’an maupuh Hadis– yang secara tegas (sharîh) melarang menyingkat tulisan subhânahu wa ta‘âlâ menjadi SWT. (atau swt.) dan shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjadi SAW. (atau saw.). Saya juga belum menemukan nashsh yang secara tegas mengharuskan untuk menulis ucapan tersebut secara panjang apa adanya.
Sejumlah pakar tafsir yang tergabung dalam Tim Penyusunan Tafsir Ringkas Kementerian Agama RI yang saat ini sedang menggarap penyusunan tafsir tersebut dalam salah satu pertemuannya sepakat untuk menulis subhânahu wa ta‘âlâ dengan singkatan SWT. dan shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjadi SAW. dalam buku tafsir ringkas yang sedang disusun. Itu lebih karena alasan-alasan teknis.
Di dalam Mushaf al-Qur’an sendiri, kita juga menemukan sejumlah tulisan yang disingkat. Tanda-tanda waqf (perhentian), misalnya. Ada huruf mîm (م) yang merupakan singkatan dari lâzim: harus berhenti. Artinya, pada ayat yang bertanda م, kita harus berhenti. Ada huruf jîm (ج) yang merupakan singkatan dari jâ’iz: boleh berhenti, boleh teruskan.
Ada huruf lâm alif (لا) yang berarti larangan (‘jangan’): kependekan dari jangan berhenti pada ayat yang bertanda itu. Ada shâd lâm yâ (صلى) yang merupakan singkatan dari al-washlu awlâ: terus membaca (tidak berhenti) lebih utama daripada berhenti, meskipun berhenti juga tidak dilarang. Ada lagi qâf lâm yâ (قلى) yang merupakan singkatan dari al-waqfu awlâ: berhenti lebih utama meskipun kalau kita tidak berhenti juga boleh. Dan sebagainya. Jadi, sekali lagi, ini lebih menyangkut persoalan teknis.
Di dalam literatur-literatur klasik Islam berbahasa Arab, kita juga tidak jarang menemukan tulisan shallallâhu ‘alaihi wasallam dalam bentuk singkatan. Ada yang hanya dilambangkan dengan satu huruf (shâd), ada yang dengan empat huruf (shâd, lâm, ‘ain, dan mîm).
Demikian pula dengan radhiyallâhu ‘anhu yang sering disingkat dengan satu huruf (dhâd). Ulama-ulama dahulu yang menulis singkatan seperti itu, saya percaya, bukan orang yang bodoh!
Memang ada sebagian ulama kontemporer yang melarang penyingkatan seperti itu, dengan dalih ucapan-ucapan seperti itu adalah doa yang tidak seharusnya disingkat.
Hemat saya, sejauh kita (jika sebagai penulis) tidak bermaksud mengaburkan subtansi dari singkatan-singkatan seperti itu, dan sejauh kita (sebagai pembaca) membacanya atau melafalkannya secara lengkap, penulisan singkatan seperti itu sah-sah saja karena alasan pertimbangan teknis tadi. Apalagi memang tidak ditemukan larangannya. Karena, hal itu tidak mengurangi substansi dari kalimat-kalimat itu.
Kita, misalnya, ketika membaca tulisan “Rasulullah saw.” tetap membacanya dengan “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam” secara utuh. Tulisan “Assalamualaikum wr. wb.” juga kita baca lengkap “Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh”. Dengan begitu, kandungan doa yang terdapat dalam ucapan-ucapan itu tetap kita baca utuh walaupun tulisannya singkat. Demikian, wallahu a’lam. [Muhammad Arifin - Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran/Sumber: http://alifmagz.com/?p=17344].
Lalu, Bagaimana?
Bagi saya, ini masalah “cabang” (furu’iyah) yang tak perlu diperdebatkan, apalagi sampai “jadi musuhan”. Ini hanya soal tata bahasa, bukan masalah akidah, apalagi sudah sangat dipahami maksudnya.
Jadi, bagi saya penulisan singkatan SWT dan SAW tidak jadi masalah, namun penulisan lengkap tetap lebih baik dan utama (afdhal). Lagi pula, ini soal “bahasa tulisan” sehingga jika “dilisankan” tetap diucapkan lengkap --Subhanahu wa ta’ala, Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Dalam perspektif komunikasi, hakikat sebuah tulisan adalah komunikasi, penyampaian pesan. Jika pesan sudah dapat diterima atau dimengerti –plus berdampak sebagaimana dikehendaki komunikator– oleh komunikan, maka komunikasi itu berhasil.
Penulisan SWT/Swt (singkatan Subhanahu wata’ala) dan SAW/Saw (Shallallahu ‘alaihi wasallam) adalah bagian dari komunikasi tulisan. Pembaca atau komunikan sudah mengerti SWT atau SAW itu kependekan/singkatan dari Subhanahu wata’ala dan Shallallahu ‘alaihi wasallam.
Kedua istilah itu sudah sangat populer, sebagaimana umumnya orang sudah mengerti singkatan seperti Jkt (Jakarta), Bdg (Bandung), dsb (dan sebagainya), dll (dan lain-lain), utk (untuk), alm (almarhum, thn (tahun), tgl (tanggal), fb (facebook), otw (on the way), dan sebagainya. Wallahu a’lam. (www.romeltea.com).*

13 Perkara Yang Perlu Dijaga Oleh Wanita=

Foto: Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh,

(¯`*•.¸♥ Ciri-ciri Wanita Sholehah ♥¸.•*´¯)

Bismillahirrahmanirrahim,

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

” Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
“Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am: artinya:

” Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata’ , khoirul mata’ al mar’atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.
Bismillahirrahmanirrahim,

1. Bulu kening – Menurut Bukhari, Rasullulah melaknat perempuan yang mencukur atau menipiskan bulu kening atau meminta supaya dicukurkan bulu kening. (Petikan dari Hadis Riwayat Abu Daud Fi Fathil Bari.)

2. Kaki dan semacam hantu loceng – Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya) agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan – (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.) Keterangan : Menampakkan kaki dan menghayunkan/ melenggokkan badan mengikut hentakan kaki terutamanya pada mereka yang mengikatnya dengan loceng…sama juga seperti pelacur dizaman jahiliyah ….

3. Wewangian – Siapa sahaja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zinanya terutamanya hidung yang berserombong. (Petikan dari Hadis Riwayat Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.)

4. Dada – Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi bahagian hadapan dada-dada mereka. (Petikan dari Surah An-Nur Ayat 31.)

5. Gigi – Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya – (Petikan dari Hadis Riwayat At-Thabrani) Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang merubah ciptaan Allah. (Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)

6. Muka dan leher – Dan tinggallah kamu (perempuan) di rumah kamu dan janganlah kamu menampakkan perhiasan mu seperti orang jahilliah yang dahulu. Keterangan : Bersolek (make-up) dan menurut Maqatil sengaja membiarkan ikatan tudung yang menampakkan leher seperti orang Jahilliyah.

7. Pakaian yang nipis (jarang) – Asma Binte Abu Bakar telah menemui Rasullulah dengan memakai pakaian yang tipis. Sabda Rasullulah: Wahai Asma! Sesungguhnya seorang gadis yang telah berhaid tidak boleh baginya menzahirkan anggota badan kecuali pergelangan tangan dan wajah saja (Petikan dari Hadis Riwayat Muslim dan Bukhari.)

8. Tangan – Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya. (Petikan dari Hadis Riwayat At Tabrani dan Baihaqi.)

9. Mata – Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukkan sebahagian dari pemandangannya. (Petikan dari Surah An Nur Ayat 31)
Sabda Nabi Muhamad SAW, Jangan sampai pandangan yang satu mengikuti pandangan lainnya. Kamu hanya boleh pandangan yang pertama sahaja manakala pandangan seterusnya tidak dibenarkan hukumnya haram. (Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu Daud dan Tirmidzi.)

10. Mulut (suara) – Janganlah perempuan-perem puan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perka taan yang baik (Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 32.) Sabda SAW Sesungguhnya akan ada umat ku yang minum arak yang mereka namakan dengan yang lain, yaitu kepala mereka dilalaikan oleh bunyi-bunyian (muzik) dan penyanyi perempuan, maka Allah akan tenggelamkan mereka itu dalam bumi. (Petikan dari Hadis Riwayat Ibn Majah.)

11. Kemaluan – Dan katakanlah kepada perempuan-perem puan mukmin, hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kehormatan mereka.
(Petikan dari Surah An Nur Ayat 31.)
Apabila seorang perempuan itu solat lima waktu, puasa di bulan Ramadan, menjaga kehormatannya dan mentaati suaminya, maka masuklah ia ke dalam Syurga daripada pintu-pintu yang ia kehendakinya. (Hadis Riwayat Riwayat Al Bazzar.) Tiada seorang perempuanpun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya, melainkan dia telah membinasakan tabir antaranya dengan Allah. (Petikan dari Hadis Riwayat Tirmidzi, Abu Daud dan Ibn Majah.)

12. Pakaian – Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebiha n terutama yang menjolok mata , maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan di hari akhirat nanti.
(Petikan dari Hadis Riwayat Ahmad, Abu D , An Nasaii dan Ibn Majah.)
Petikan dari Surah Al Ahzab Ayat 59. Bermaksud : Hai nabi-nabi katakanlah kepada isteri-isterimu , anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka memakai baju jilbab (baju labuh dan longgar) yang demikian itu supaya mereka mudah diken ali . Lantaran itu mereka tidak diganggu. Allah maha pengampun lagi maha penyayang. Sesungguhnya sebilangan ahli Neraka ialah perempuan-perem puan yang berpakaian tetapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk Syurga dan tidak akan mencium baunya. (Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim) Keterangan : Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/ membuka bahagian-bahagi an tertentu.

13. Rambut – Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perem puan yang akan digantung rambutnya hingga mendidih otaknya dalam Neraka adalah mereka itu di dunia tidak mahu menutup rambutnya daripada dilihat oleh lelaki yang bukan mahramnya. (Petikan dari Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim.)

Riwayat Imran bin Hushain ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sesungguhnya penghuni syurga yang paling sedikit adalah kaum wanita. (Shahih Muslim No.4921)

Minggu, 13 Januari 2013

♥♥¸.•*´¯) ✰✰ Nasehat Untuk Bidadari Dari Syurga ✰✰ ♥♥¸.•*´¯)


(¯`*•.¸♥Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh♥¸.•*´¯)


Foto: (¯`*•.¸♥Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh♥¸.•*´¯)


♥♥¸.•*´¯)
✰✰ Nasehat Untuk Bidadari Dari Syurga ✰✰
♥♥¸.•*´¯)


♥♥ Bismilahirrahmanirrahiim ♥♥


✰✰
NASIHAT adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir
dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini.

Sapaan nasihat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah, menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah swt.

Ada sepuluh nasihat yang layaknya didengar dan dijadikan pedoman untuk wanita muslimah.

Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.
Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat.

Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah.

Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.

Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab.

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka.” (QS. Al-Ahzaab : 59).

Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya.

Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga.” (Hadits Shahih jami’).

Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah. Mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk.

Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. At-Tahrim : 6).

Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Sabda Rasulullah, “Barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka syetan yang ketiganya.” (Hadits).

Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.

Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki.

Sabda Rasulullah, “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (Hadits Shahih).

Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka.

“Barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Hadits Shahih).

Wanita muslimah adalah da’iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita. Dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya, menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam.

Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah,

“Kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu, maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu, menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah.

Ini semua yang dinamakan dengan taqwa,

“Malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya. Barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya. Dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah. Barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar.” (Hadits Shahih Jami’).

Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma.

“Tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan.” (QS. Al-An’am : 70).

Allah juga berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya.

“Alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggalkan.” (QS. Al-An’am : 31).
Wahai muslimah laksanakanlah nasihat-nasihat ini niscaya engkau akan jaya di dunia dan di akhirat. Dan kelak di akhirat, engkau akan menjadi bidadari surga yang dirindukan...smg brmnfaat untuk kita smua...Aamiin,

**Uhibbukum Fillah**

*¨*•*¨* *¨*•*¨*
♫•♫ Semoga Bermanfaat...Insya Allah ♫•♫
*¨*•*¨* *¨*•*¨*

♥salam santun penuh cinta karena Allah♥


♥♫Jazakumullahu khairan khatsiran♫♥
♥wa barakallahu fikum♥

♥♥ Bismilahirrahmanirrahiim ♥♥


✰✰
NASIHAT adalah sebuah kejernihan yang sewajarnya hadir
dalam kehidupan masyarakat Islam. Terkhusus bagi wanita muslimah yang hidup dijaman ini.

Sapaan nasihat adalah penyejuk yang menyegarkan langkah, menuju ridha Yang Maha rahmah, Allah swt.

Ada sepuluh nasihat yang layaknya didengar dan dijadikan pedoman untuk wanita muslimah.

Wanita muslimah meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya, Muhammad adalah nabinya dan Islam adalah agamanya, dan menampakkan jejak keimanan dalam perkataan, amalan dan keyakinan. Maka ia selalu menjauhi murka Allah, takut akan pedihnya azab Allah dan balasan akibat menyelisihi perintah-Nya.
Wanita muslimah selalu menjaga sholat-sholat wajibnya, berwudlu, menjaga kekhusyukan dan ketepatan waktu melaksanakan sholat.

Janganlah menyibukkan diri dengan aktivitas yang lain ketika datang waktu sholat. Meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat yang memalingkan dari ibadah kepada Allah.

Ia pun menampakkan atsar (bekas) sholatnya dalam peri kehidupan, karena sesungguhnya sholat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar, sholat adalah penjaga terbesar dari kemaksiatan.

Wanita muslimah selalu menjaga hijabnya (mengenakan jilbab) merasa mulia dengan hal tersebut dan dia tidak keluar dari rumah kecuali dalam kondisi berjilbab, dengan jilbab tersebut bertujuan agar Allah menjaganya. Ia pun bersyukur kepada Allah yang telah memuliakan, menjaga dan mengehendaki terjaganya kesuciannya dengan jilbab.

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anakmu dan wanita beriman agar mereka mengenakan jilbab-jilbab mereka.” (QS. Al-Ahzaab : 59).

Wanita muslimah selalu mentaati suaminya, bersikap lembut, cinta, mengajaknya kepada kebaikan, menasehati dan menghibur suaminya. Ia tidak mengeraskan suara dan kasar dalam berbicara kepada suaminya.

Rasulullah bersabda, “Apabila seorang wanita menjaga shalat lima waktunya, berpuasa di bulan ramadhan, menjaga kehormatannya, dan mentaati suaminya niscaya ia akan masuk surga.” (Hadits Shahih jami’).

Wanita muslimah senantiasa mendidik putranya untuk taat kepada Allah. Mengajarinya dengan aqidah yang benar, menanamkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya serta menjauhi maksiat dan akhlaq yang buruk.

Firman Allah, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. At-Tahrim : 6).

Wanita muslimah tidak berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya.

Sabda Rasulullah, “Barangsiapa wanita yang berdua-duaan dengan laki-laki, maka syetan yang ketiganya.” (Hadits).

Dan wanita muslimah tidak bepergian jauh kecuali untuk keperluan yang tidak bisa ditinggalkan dan disertai mahram dengan berjilbab.

Wanita muslimah tidak berpenampilan atau berdandan seperti kaum laki-laki.

Sabda Rasulullah, “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (Hadits Shahih).

Wanita muslimah juga tidak meniru orang-orang kafir dalam kekhususan dan kebiasaan mereka.

“Barang siapa yang bertasyabuh (menyerupai) suatu kaum, maka ia termasuk golongan kaum tersebut.” (Hadits Shahih).

Wanita muslimah adalah da’iyah (orang yang berdakwah) dibarisan kaum wanita. Dengan menggunakan perkataan yang baik melalui jalan menziarahi tetangganya, menyambung persaudaraan, melalui telpon, memberikan buku-buku dan kaset-kaset Islam.

Ia pun beramal dengan apa yang ia ucapkan dan bersemangat dalam menghindarkan diri dari adzab Allah,

“Kalau Allah menghidayahi seseorang melalui perantara kamu, maka hal tersebut lebih baik bagimu dari pada binatang ternak yang merah (harta dunia yang banyak).” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wanita muslimah menjaga hatinya dari kerancuan dan hawa nafsu, menjaga pandangannya dari pandangan-pandangan yang haram, menjaga telinganya dari hal-hal yang melalaikan dari dzikrullah.

Ini semua yang dinamakan dengan taqwa,

“Malulah terhadap Allah dengan sebenar-benarnya. Barang siapa yang malu dengan sebenar-benarnya maka jagalah kepalanya dan apa yang ada didalamnya. Dan jagalah perutnya serta yang ada didalamnya, ingatlah kematian dan musibah. Barang siapa yang menghendaki akhirat hendaknya ia meninggalkan (tidak cinta) perhiasan-perhiasan dunia, barang siapa berbuat demikian niscaya sikap malunya kepada Allah benar.” (Hadits Shahih Jami’).

Wanita muslimah tidak menyia-nyiakan waktu siang maupun malamnya untuk perbuatan yang tidak ada gunanya, atau melewatkan masa mudanya hilang dengan percuma.

“Tinggalkanlah mereka yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan kesia-siaan.” (QS. Al-An’am : 70).

Allah juga berfirman tentang orang yang menyia-nyiakan umurnya.

“Alangkah meruginya diri kami dari apa yang telah kami tinggalkan.” (QS. Al-An’am : 31).
Wahai muslimah laksanakanlah nasihat-nasihat ini niscaya engkau akan jaya di dunia dan di akhirat. Dan kelak di akhirat, engkau akan menjadi bidadari surga yang dirindukan...smg brmnfaat untuk kita smua...Aamiin,

**Uhibbukum Fillah**

*¨*•*¨* *¨*•*¨*
♫•♫ Semoga Bermanfaat...Insya Allah ♫•♫
*¨*•*¨* *¨*•*¨*

♥salam santun penuh cinta karena Allah♥


♥♫Jazakumullahu khairan khatsiran♫♥
♥wa barakallahu fikum♥

♥♥¸.•*´¯) ✰✰ Melukis Cinta Untukmu ✰✰ ♥♥¸.•*´¯)

(¯`*•.¸♥Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh♥¸.•*´¯)




♥♥ Bismilahirrahmanirrahiim ♥♥


✰✰
♥♥ MELUKIS CINTA UNTUKMU ♥♥


♥♥♥
Jika kata adalah sepotong hati, maka ku ingin kata ini,
yang terjalin dari huruf-huruf dalam nurani ku tuk menjadi doa...
Agar ALLAH selalu menghadirkan di hatimu
Tentang cintaku padamu duhai pujaanku sayang...♥

Agar pula kau tahu, bahwa selamanya aku mencintaimu.
Agar engkau selalu melihat binar cinta di mataku
Agar kau paham dan mengerti setiap kata yang ku ucap untukmu adalah doa.
Bahwa aku ingin selamanya dengan mu...♥

Beriringan saling menggenggam jemari, hingga langkah kita ke Surga_NYA...
Karena Cinta menurut ku tak berwarna
ia menjadi jingga sebagaimana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, biru, dan merah sebagaimana kau menginginkannya..♥

Karena Cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kejujuran dan keberanian
tentang kemarahan dan kasih sayang
Karena Cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan..♥

sebab ia menenggelamkan kita pada angan-angan
dan pada mimpi yang abadi
dan cintaku padamu adalah Surga yang tak bisa kumasuki jika tanpamu...♥


**Uhibbukum Fillah**

*¨*•*¨* *¨*•*¨*
♫•♫ Allahu Akbar ♫•♫
*¨*•*¨* *¨*•*¨*

♥salam santun penuh cinta karena Allah♥


♥♫Jazakumullahu khairan khatsiran♫♥
♥wa barakallahu fikum♥