Kamis, 10 November 2011

IBU, Siapakah Dia? Luar Biasa... PENDIDIK PERTAMA DAN UTAMA DALAM KELUARGA ♥ :: ______.♫♥♫♥.______-.♥♫♥



Ibu... Ibu... Ibu...

::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::♥:: ::♥::

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Mentafakuri orang-orang yang sukses yang tlah mengukir sejarah, ternyata siapapun dia, tetap dilahirkan oleh seorang Ibu. Subhanallah...

Saudaraku yang disayangi Allah...
Siapakah Ibu Itu?
Lalu, apa perannya?

...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥


Kata Ibu, mengutif  Kamus Besar Bahasa Indonesia (1996: 364) adalah perempuan yang telah menikah dengan cara yang sah, melahirkan anak ataupun tidak. Al-Qur’an menyebut ibu dengan umm yang memiliki derivasi makna dengan kata imam dan ummat. Baik kata imam atau ummat, kepada makna yang sama, yakni “yang dituju” atau “yang diteladani”.

Pengertian literal tadi, secara filosofis menunjukkan adanya suatu pandangan bahwa ibu dapat memfungsikan dirinya sebagai pemimpin yang memiliki salah satu ciri untuk mampu DIGUGU, DITIRU dan DITELADANI, minimal oleh anak-anak mereka. Karena itu, untuk menjadi seorang ibu, memang harus tumbuh dari wanita yang mampu diteladani minimal oleh anak-anak mereka di dalam rumah tangga.

Kedekatan anak pada ibu, jauh lebih kuat dan memberi daya dorong yang lebih tinggi dibandingkan dengan daya dorong suami atau ayah anak-anak. Kondisi terjadi lebih disebabkan karena jalinan biologis dan psikologis ibu, jauh lebih lama dibandingkan dengan jalinan biologis dan psikologis anak terhadap ayah mereka.

Subhanallah...

...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥


Presisi ini dapat diilustrasi akan peran yang pernah dimainkan ibunya Alfa Edison, masih ingat dengan sosoknya saudaraku?

Ya, dialah penemu listrik di Eropa abad moderen. Ia adalah anak yang dinyatakan drop out di sekolah karena dianggap ber-IQ rendah, namun ternyata menjadi orang yang sangat berpengaruh dalam bidang teknologi, sampai abad moderen. Kehebatan Alfa Edision tadi, disinyalir berkat usaha ibunya yang terus menerus, tanpa henti dan lelah, meyakinkan anaknya, bahwa dirinya memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak-anak lain. Hasilnya ternyata mencengangkan.

Subhanallah...
Subhanallah...
Subhanallah...

...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥

Hal yang sama berlaku dalam cerita Imam Syafi’i.

Tokoh ini dibesarkan oleh seorang ibu yang “tuli”, “buta” dan “lumpuh”. Di tengah kehidupan seorang ibu yang “tuli”, “buta” dan “lumpuh”, Syafi’i tumbuh dan berkembang menjadi seorang imam besar yang pandai menghafal al-Qur’an, pada umur tujuh tahun faham Hadits, Fiqih, Shufis dan tentu ahli Kalam atau Teologi yang cukup disegani dikalangan masyarakat muslim sampai hari ini.

...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥


Dalam semboyan Islam dikatakan “Wanita itu tiang negara. Apabila warga wanita dalam negara itu baik, maka baiklah negara itu. Dan apabila warga wanita dalam negara itu rusak, maka rusaklah negara.”

Kaum Ibu (wanita) sebagai seorang manusia dapat melakukan aktivitas dan belajar, sama seperti halnya kaum pria, karena Allah telah menganugrahkan potensi dan kemampuan yang cukup kepada kaum wanita untuk memikul tanggung jawab sebagaimana halnya kepada kaum pria. Wanita sama seperti pria dibebani ketetapan hukum syara, dan wanita pun sama seperti pria dalam memperoleh pahala dan siksa.

Hal terpenting dari seorang ibu selain merawat anaknya, ia juga SEORANG PENDIDIK PERTAMA DAN UTAMA BAGI ANAK-ANAKNYA.

...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥

Saudaraku yang disayangi Allah...

Ibu memiliki tugas mendidik anak-anaknya sejak anak masih berada dalam rahimnya. Rahim ibu berfungsi untuk memberikan gizi pada janin sekaligus transmisi pendidikan. Pendidikan yang diterima anak di dalam rahim ibu bersifat terpusat (top down), karena anak secara pasive menerima pembelajaran dari perbuatan orang tua terutama ibunya. Di samping itu rahiem yang juga berfungsi sebagai transmisi pendidikan, maka kondisi kejiwaan ibu hamil; labil maupun stabil, serta sikap atau tingkah laku kesehariannya berpengaruh pada janin yang dikandungnya.

***

Oleh karena itu, maka seorang ibu sedang hamil, hendaknya pula menghindarkan diri dari emosi atapun fanatisme yang berlebihan, serta kesedihan yang berlarut-larut. Semua kondisi kejiwaan ibu akan melekat pada janin dan meninggalkan pengaruh kepada anaknya.

Seorang ibu wajib mengetahui berbagai hal, termasuk soal pengaruh makanan haram terhadap pertumbuhan dan perkembangan manusia. Sejak dalam rahim, atau anak dalam janin, jika disuapi dengan makanan yang haram, ia dapat berdampak pada kehidupan anak setelah lahir.

Nah, itulah sekilas tentang begitu pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik buah hatinya. Subhanallah...

Wallaahu a’lam bish shawaab

...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥

Ya Allah,
Berilah kesabaran kepada para Ibu dalam mendidik anak-anaknya, serta berilah keistiqamahan semangat dalam menghadapi cobaan dan godaan yang diberikan oleh anak-anaknya, supaya mampu menggapai kesuksesan dunia dan akhirat secara berbondong-bondong.

Ya Allah,
Jadikanlah amal shalihah apa yang dilakukan oleh para Ibu yang sayang terhadap anak-anaknya dalam mendidik agama dengan baik, juga jadikanlah amal shalih bagi para Ayah yang senantiasa mendorong istrinya dan mengawasi seluruh komponen keluarganya dalam kebaikan yang Engkau ridhai.

Aamiin Ya Allah Ya Rabbal ‘aalamiin


...……....`’•,,•’` ♥♪♫♥ ♥♪♫♥



By: [SALSABILA FOR-ISLAM]

Semoga Bermanfaat Saudara-saudariku...

Baarakallaahu Fiikum...

OJO RESEH.....






Selasa, 08 November 2011

~::*Ketika Mencintai Tak Bisa Memiliki*::~♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

......KETIKA MENCINTAI  namun TAK BISA MENIKAHI..........

Saudaraku..
Ketika kita sudah menyempurnakan Ikhtiar..
Dengan Niat menjaga kesucian diri dari dosa.
Menjaga kesucian pandangan..
Bahkan sampai dengan proses Ta’aruf yang Terjaga..
Ketika kita juga sudah berdoa setiap hari..
Sholat Istikharah sampai meneteskan airmata bercucuran..
Dan sepertinya Dialah yang terbaik buat kita..
Dialah yang akan menjadi pendamping hidup kita..

Namun...
Ternyata dirinya tidak bersedia menerima kita..
Ternyata dirinya menolak cinta kita..
Oh My God.:(
Dunia sepertinya mau Kiamat..
Hati teriris-iris...diri jadi melankolis......^_^

Saudaraku..
Memang Alangkah bahagianya jika cinta yang hendak kita bingkai
dalam nuansa indah PERNIKAHAN, mendapatkan Sapaan lembut..
Sambutan hangat serta Sunggingan senyum dari dia yg kita dambakan.
Namun betapa nestapanya ketika CINTA TULUS yang kita ungkapkan..
ternyata harus BERTEPUK SEBELAH TANGAN..
Cinta Memang Tak Harus Memiliki..
Mungkin kita sering mendengar ungkapan itu..
Mudah diucapkan..
Tapi kenyataannya..
Sulit dilaksanakan..

Saudaraku..
Janganlah bersedih
Yakinilah bahwasanya kegagalan cinta yang kita alami.
Tertolaknya cinta yang kita ajukan..
Sudah dirancang,dan ditulis sedemikian rupa oleh Allah..
Semuanya ada hikmahnya saudaraku..

Saudaraku..
Yakinlah bahwa Allah pasti akan memilihkan yang terbaik buat kita.
Jika kita ditolak saat ini..
Berarti Allah sudah menyiapkan buat kita yang lebih baik..
Dari yang Sekarang Menolak kita..

Saudaraku..
Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..
Allah ingin menguji kita ,seberapa besar kita terhadap komitmen pernikahan..
Allah ingin lebih mendewasakan kita dan memantapkan kepribadian kita dalam menghadapi kegagalan..

 Saudaraku..
Kita mungkin kecewa,frustasi,trauma,sedih serta kehilangan semangat..
Tapi jangan sampai Rasa SEDIHMU itu..memakan hari-harimu..
Ketika engkau terlalu larut dalam kesedihan.
Maka dirimu akan menjadi lemah..
Ya..lemah dalam beribadah..malas dalam bekerja..
Menggiringmu untuk berburuk sangka terhadap Allah..
Dan Syetan akan menggunakan perangkapnya untuk menipumu..
Sehingga gaya hidup kamu bisa menjadi bebas..tak ada aturan

Saudaraku..
Dijamin hari-harimu TIDAK AKAN BAHAGIA..selama engkau LARUT DALAM KESEDIHAN..
Dunia tak selebar daun kelor..(kata orang dulu ^_^)
Apa kamu tak tahu bahwa dunia ini begitu luas..
Bertebaranlah dibumi Allah yang Luas..
Jodohmu bisa saja ada diseberang Pulau..
Dilain Kota..dilain Provinsi..
tapi bisa juga dekat Rumahmu..
Carilah dengan Jalan yang diridhoi oleh-Nya

Seperti kata Imam Hasan Al Banna
“Mimpimu hari ini adalah kenyataan esok hari,Kenyataan hari ini adalah mimpimu hari kemarin”

    Raihlah mimpimu ...

    Yakinlah Saudaraku Harapan itu Masih Ada,

    Carilah Gantinya dengan menjaga Niat Saudaraku..

    Carilah seseorang yang bisa melabuhkan cintanya kepada Allah

    Agar bertambah kekuatan cintamu kepada Allah..

    Agar bertambah imanmu ,ketika engkau bersamanya..

    Bukan hanya sekedar Melampiaskan Kekecewaan atau Nafsu belaka..

    Karena dengan Niat yang Lurus mencari Ridho Allah.

    insya Allah akan membawa keberkahan..

Saudaraku..
Sambil kita mencari..
Jangan lupa memperbaiki diri..
Perbaiki kekurangan kita dalam segala hal..
Siapkan dari sisi ruhiyah kita,sisi ekonomi kita,kematangan kita,keilmuan kita
Kalau kita ingin mendapat pasangan yang berkualitas bagus..
Tentunya kita harus berkualitas bagus juga.
“Wanita yang baik-baik..untuk Lelaki yang baik-baik..”
begitulah Allah berfirman dalam (QS ,Surat An-Nuur:26)

Saudaraku..
Cobalah hadapi dengan tersenyum..^_^
Ya..Karena senyuman menghilangkan tegangnya pikiran..
Senyuman itu menggerakkan 17 otot wajah..
Sementara cemberut atau marah membutuhkan tarikan 32 otot wajah(kata seorang dokter)
Tersenyumlah Saudaraku..
Karena senyuman membuat peredaran darah menjadi lebih baik
Karena senyuman membuat hati menjadi lebih ceria..
Karena senyuman warisan Rasulullah.
Karena senyuman adalah sedekah..

Saudaraku..
Jika kita sudah menyikapi kegagalan dengan bijaksana.
Buatlah suatu prestasi indah yang dikenang sejarah
Buatlah dirimu bermanfaat juga buat orang lain..
Buktikanlah..
Bahwa kegagalanmu..malah membuatmu menjadi cambuk..
Cambuk yang akan melejitkan potensi dalam diri..
Membangunkan kita dari tidur lelap.
Membukakan mata hati kita..
Agar lebih arif dan bijak memandang kehidupan.

''TETAPLAH SEMANGAT..YAKINLAH SAUDARAKU..HARAPAN ITU MASIH ADA''

Ibnu AlJauzy:”Jika anda tidak mampu menangkap hikmah,bukan karena hikmah itu tidak ada,namun semua itu diakibatkan kelemahan daya ingat anda sendiri,Anda kemudian harus tahu bahwa para Rajapun memiliki rahasia yang tidak diketahui setiap orang,Bagaimana mungkin anda dengan segala kelemahan ada akan mengungkap seluruh hikmahnya?”

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

“Ya Allah,Berilah kami kekuatan dalam menjalani lika-liku kehidupan ini.
Limpahkan belas kasih sayang-Mu kepada kami,sehingga kami bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian yang selalu membawa kebaikan buat kami..”Aamiin Ya Rabb....

Semoga kita bisa mengambil hikmah dalam setiap kejadian.

Semoga bermanfaat...

~::*Rahasia Sanubari Yang Terpendam*::~ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥


Add caption

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Tinta Buat Bakal Suami dan Kesetiaan Seorang Wanita....

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatkanku begitu berani untuk mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah kukenali.

Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada sesiapa. Apatah lagi meluahkan sesuatu yang hanya kukhususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran seorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatkan aku tersedar dari lenaku yang panjang.

Aku telah dididik ibu sejak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku kerana Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggung jawab ibu bapa terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil alih tanggungjawab itu daripada mereka. Jadi, kau telah wujud di dalam diriku sejak dulu lagi.

Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku untuk mana-mana lelaki kerana aku tidak mahu membelakangimu. Aku menghalang diriku daripada mengenali mereka kerana aku tidak mahu mengenali lelaki lain selainmu, apatah lagi memahami mereka.

Kerana itulah, aku sedaya kudrat yang lemah ini membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih bersifat ‘perumahan’ kerana rumah itu tempat yang terbaik buat seorang perempuan.

Aku sering sahaja berasa tidak selamat diperhatikan lelaki. Bukanlah aku menyangka buruk terhadap mereka, tetapi bagiku, lebih baik berjaga-jaga kerana contoh banyak di depan mata.

Apabila terpaksa berurusan dengan mereka, akan kubuat expressionless face dan cool. Akan kupalingkan wajahku dari lelaki yang ralit merenungku ataupun cuba menegurku.

Aku cuba sedaya mungkin melarikan pandanganku dari ajnabi kerana pesan Sayyidatina Aisyah, sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang. Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki.

Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa guna aku menjadi idaman ramai lelaki sedangkan aku hanya boleh menjadi milikmu seorang. Aku tidak berasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku berasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang boleh dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mahu menjadi punca kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat kuberikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai disoal? Adakah itu sumbanganku pada manusia selama hidup di muka bumi?

Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, akulah yang terlebih dahulu perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki kelemahan dan menghias peribadiku kerana itulah yang dituntut Allah.

Andainya aku inginkan lelaki yang baik menjadi suamiku aku juga perlu menjadi perempuan yang baik untuknya. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan, sebagai manusia aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Setiap kali perasaan itu datang setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahawa aku perlu menjaga perasaan itu kerana ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi lebihan lelaki lain. Lelaki itu berhak mendapat kasih yang tulen, bukan yang telah di bahagi-bahagikan.

Diriku yang sememangnya lemah ini diuji Allah apabila seorang lelaki secara tidak sengaja mahu berkenalan denganku. Aku secara keras menolak. Berbagai-bagai dalil kukemukakan, tetapi dia tidak mahu mengalah.

Lelaki itu tidak hanya berhenti di situ sebaliknya sentiasa menghubungi dan menggangguku. Aku berasa amat tidak tenteram, seolah-olah seluruh kehidupanku yang ceria selama ini telah dirampas dari diri ini.

Aku tertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristighfar memohon keampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Dia melindungi diriku daripada sebarang kejahatan.

Kehadirannya membuatkan aku banyak memikirkanmu. Kurasakan seolah-olah dirimu wujud bersamaku. Di mana sahaja aku berada, akal sedarku membuat perhitungan denganmu. Kutahu lelaki yang melamarku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hati, woman intuitionku yang mengatakan lelaki itu bukan untukku.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih berlian sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang bisa wujud di mana-mana. Namun, aku juga punya keinginan seperti gadis lain, dilamar lelaki yang bakal dinobat sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tuju yang satu.

Tidak perlu kau memiliki wajah seindah Nabi Yusuf A.S. yang mampu mendebarkan jutaan gadis untuk membuatku terpikat. Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Luh Mahfuz, Allah pasti akan mencampakkan rasa kasih di dalam hatiku, jua hatimu kali pertama kita berpandangan. Itu janji Allah.

Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan kau zahirkan perasanmu itu padaku kerana kau masih tidak mempunyai hak untuk berbuat begitu. Juga jangan kau lampaui batasan yang telah ditetapkan syarak. Aku bimbang perlakuan itu akan memberi impak yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.

Permintaanku tidak banyak, cukuplah dirimu yang diinfak seluruhnya pada jalan mencari redha Ilahi. Aku akan berasa amat bertuah andai dapat menjadi tiang seri ataupun sandaran perjuanganmu.

Bahkan aku amat bersyukur pada Ilahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, menghulurkan tanganku untuk kau berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukesat darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah andainya kau menyerahkan seluruh cintamu padaku. Bukan itu yang kumimpikan. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu.

Kerana dengan mencintai Allah kau akan mencintaiku kerana-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta insan biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.

Aku juga tidak ingin dilimpahi kemewahan dunia. Cukuplah dengan kesenangan yang telah diberikan ibu bapaku.

Apa guna kau menimbun harta untuk kemudahanku sekiranya harta itu membuatkan kau lupa pada tanggungjawabmu terhadap agama. Aku tidak akan sekali-kali bahagia melihatmu begitu. Biarlah kita hidup di bawah jaminan Allah sepenuhnya. Itu lebih bermakna bagiku.

Semoga bermanfaat InsyaAllah...

I LOVE U SAHABAT KU...★  *  ★   *★   *   ★ *  ★

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarokatuh


Teruntuk mu ukhty tercinta ku ^_^

Walau pun kita tak sempat berjabat tangan

 
Namun kita berjabat dengan tulisan...

Note-note mu selalu menghiasi dinding hati ku

Yang slalu memendam rasa ingin bertemu ...

Kalianlah sahabat-sahabatku

Penyejuk bagi jiwa

Kalianlah sahabat-sahabatku

Hadiah terindah ku

Penuntun saat terbuta

Payung saat hujan dan terik

Penerang saat berjalan dalam lorong gelap

Penunjuk saat tersesat

Penegur saat terlena

Pendengar setia saat bercerita tentang segala

Pengangkat saat terpuruk Ku…

Kalianlah sahabat-sahabatku,

keajaiban yang sempurna

Menjadi mata air

Menjadi buku diary

Menjadi motivator

Menjadi guru

Menjadi saudara

Menjadi note-note ku indah karena mu

Walau pun jarak kita berjauhan

Rasa sayang

Rasa rindu

Rasa cinta SAHABAT hanya untuk mu

Dan tak akan kunjung hilang

Walau cuma lewat sapaan

Masihkah ingat awal kita menjadi sahabat

Saling membantu menge tag note-note tentang ilmu

Engkau sopan kepadaku ..

Dan sebalik nya aku pun sopan menyapa mu

Karena aku menghormati mu sahabat

Kalianlah sahabat-sahabatku,

Keindahan dalam hidup

Warna-warna agung sang pelukis

Yang dicoretkan dalam lembar hidupku

Komposisi lagu gubahan sang penyanyi

Yang mengisi semua relung di ragaku

Untaian kata terangkai sang penyair

Yang menyejukkan rasa panas hatiku

Canda-canda an mu pun membuat ku tersenyum

Engkau lah sahabat yg kutemui selama ini

Senyum mu adalah senyum ku

Bahagia mu adalah bagaia ku"

Entah bagaimana ku harus berucap terimakasih

Membalas segala yang telah kita lalui bersama

Membalas segala keindahan hidup

Yang kuraih hari ini adalah

Berasal dari cinta kalian

Yang kupeluk hari ini adalah

Berasal dari semangat kalian

Yang kurengkuh hari ini adalah

Berasal dari senyum hangat kalian

Dan semangatku hari ini adalah

Berasal dari tawa membahagiakan dari kalian

Jika tak ada kenangan indah

Yang mampu kuberikan untuk masa depan

Ambillah sebait puisi ini,

Selipkan dalam hatimu,

Sirami dengan nyanyian ZIKIR mu

Sempatkanlah untuk memimpikan aku saat kau tidur

Selayaknya aku yang selalu memohon

Untuk dapat melihatmu dalam mimpi

Dan jawablah segala pertanyaan

Tentang masa depan dengan doa

Kirimkan doa dan akan ku dengarkan dengan hati

Terimakasih sahabatku,

Terimakasih atas segalanya

Ya Allah..

Sahabat buat hati GEMBIRA

Mesra kami PENAWAR DUKA

Rindu kami MENAMBAH RASA

Rajuk kami MEMBUAH CERIA

Ya Allah..

silaturrahim kami UKHUWWAH

Bermusuh kami NAU'UZUBILLAH

Berpisah mati INSYA ALLAH

Pengubat hati DOA RABITHAH

Ya Allah..

Rahmati kami meniti USIA

Terpisah kami di ALAM NYATA

Temukan kami di TAMAN SYURGA . . .

Semoga ALLAH selalu mendekakan hati kami bertiga

Semoga senantiasa memberi kesehatan & keselamatan pada kami

Semoga kami menjadi sahabat dunia & akhirat

..Aamiin..

Salam UkhuWah penUh persahabatan

I LOVE U KARENA ALLAH UKHTY SAHABAT TERCINTA KU ....

(●̮̮̃•̃) (●̮̮̃•̃)(●̮̮̃•̃)
/█\ ♥/█\♥/█\

Keep Smile ^_^
 

Senin, 07 November 2011

♥●•٠·˙ BacaLah Jika Kamu SahabatKu ˙·٠•●♥

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Ada saatnya bekerja...dan ada saatnya berlibur... Ketika bekerja....bekerjalah dengan baik Karena Allah Maha Tahu atas setiap jerih payah yang kita kerjakan Ketika berlibur...beristirahatlah dengan baik Karena badan kita bukanlah mesin yang apare part-nya diperjualbelikan Dan kalau kita sakit.... Maka seluruh yang kita miliki atas jerih payah tadi... Tidak lagi bisa kita nikmati...

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Begitupun dengan rasa sedih dan gembira Sering datang silih berganti pada kita Itu manusiawi... fakta...dan realita Semua orang mengalami fase - fase yang fluktuatif dalam hidupnya Hanya saja ada yang bisa menutupinya. .. Ada juga yang tidak bisa...bahkan ada yang cenderung demonstratif

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu waktu kau merasa sedih... Jangan sedih berkepanjangan dengan tangisan dan himpitan perasaan Dada-mu kan terlalu sesak kau rasakan Tapi sebaiknya... kalau boleh aku menyarankan. .. Ambillah sapu tangan kesabaranmu. .. Tabahlah dalam menghadapi ujian hidupmu... Dan semua pasti kan berlalu....

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu waktu kau merasa ingin marah Tenangkanlah hatimu dan jangan ambil keputusan apapun Karena percayalah.. . Tidak ada keputusan yang baik yang diambil di saat kau marah Kemarahan dan kebencian sering menjerumuskan kita ke jurang penyesalan Dan jangan sampai... Amarah kita akan melukai hati orang lain... Jagalah perasaaan dan hati orang - orang di sekitar kita Niscaya yang lainpun akan menjaga perasan dan hati kita Coba kita renungkan... Berapa banyak orang yang hatinya pernah terluka karena amarah kita ? Apa mereka sudah memaafkan kita...??? Akankah dosa itu terus kita bawa ke alam sana...???

Sahabatku... .☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu saat kita dimarahi.... Janganlah bermuram durja dan berputus asa Karena boleh jadi semua sebagai batu loncatan menuju kebesaran jiwa Terimalah dengan hati yang lapang dan terbuka Renungkanlah kesalahan kita Niscaya kan kita temukan hikmah dibalik peristiwanya

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu saat kau merasa jenuh dengan berbagai beban kerja Maka beristirahatlah sejenak.... Cucilah muka dengan air kesabaran dan kesungguhan Kita bukanlah boneka zaman yang diperbudak oleh target dan jabatan Karena semua itu suatu waktu pasti kan kita tinggalkan Semua hanya sementara... . Dekatkanlah diri kita pada Tuhan... Sesungguhnya kepada-Nya lah tempat kita kembali dan memohon kelapangan

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu waktu kau merindukan seseorang... Maka segera telpon lah... dan jangan kau tunda - tundakan Sebab boleh jadi esok hari kesempatan itu takkan datang Kau termanggu di depan nisan penyesalan Lihatlah sudut mata kerinduannya Tataplah senyum manis keikhlasannya Itulah kado terindah yang bisa ia berikan untukmu Jangan pernah anggap ini zaman edan Seolah semua egois dan tidak memiliki kepedulian Sebab boleh jadi kitalah yang miskin rasa kasih sayang Sudahkan kita memeluk kasih orang tua kita ? Sudahkah kita menyapa orang - orang yang kita sayangi di sekitar kita ? Sudahkah kita bertanya tentang kabar berita sahabat kita ? Kalau itu saja...,tidak kita lakukan.... Bagaimana orang di sekitar kita akan menyayangi kita ?

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu saat kau merasakan jatuh cinta... Berpeluh kerinduan dalam perjalanan hati yang terdalam Itulah kenyataan... bahwa kita mahluk yang memiliki perasaan Cinta yang dismbolkan dengan pertemuan Adam dan Hawa Tidaklah hanya terlahir di sebuah negeri dongeng Ia tidak mengenal berbagai perbedaan strata Ia hanya memiliki satu kamus bahasa Yang bisa dimengerti oleh orang - orang yang memiliki asa

Sahabatku...☺*•♫.•♥.•*¨:*•
♫.•♥.• . . . . . . .
Jika suatu saat takdir memisahkan kita Mungkin itu hanya sekedar perpisahan lahir semata Karena percayalah.. ..bahwa jiwa dan do'a kan selalu mengingatkan kita Mungkin aku hanya bisa mewariskan berlembar - lembar tulisan Tapi mudah - mudahan tulisan - tulisan itu memberi kenyamanan Untuk mengingat arti dan hakikat kehidupan serta kematian Kita berasal dari tanah atas izin Tuhan Dan kita akan kembali ke dalam tanah atas izin Tuhan jua Ada saatnya kita berjumpa...dan ada saatnya kita berpisah

Sahabatku... .☺*•♫.•♥.•*¨:*•♫.•♥.• . . . . . . .
Mesti mata tidak bisa melihatmu karena jarak dan waktu Tapi percayalah.. .. Di hati yang terdalam ini.... Tergores nama indahmu sebagai sahabat baikku ...yang pernah mengisi lembar sejarah dalam perjalanan waktuku Do'aku untukmu.... Tumbuh dan berkembang seiring mekarnya melati di taman hatiku Tersenyumlah. ..bergembiralah. ... Aku sangat bahagia diberi kesempatan untuk mengenalmu Inilah anugerah terindah yang diberikan Allah Yang Maha Indah pada hamba-Nya. Semoga kita menjadi hamba- hamba yang senantiasa ada dalam ridlo-Nya. Amin

I LOVE U KARENA ALLAH SAHABAT FILLAH KU

*******......MARI MENANGIS...******

Menangis karena kekurangan diri,

Menangis karena mengenangkan dosa-dosa kita yang terlalu banyak, karena maksiat yang bergunung-gunung tingginya.

Menangis karena maksiat-maksiat kita ini, kita telah dijauhkan dari khusyuk kepada-Nya.

Menangis karena maksiat-maksiat ini, kita jadi dekat dengan dunia. Malah tidak mau berpisah dengan dunia ini.

Sedangkan dunia ini tidak lebih barharga dari sebelah sayap nyamuk pun.

Malah dunia ini pernah baginda nabi sifatkan sebagai bangkai, dan orang yang menggemarinya adalah hewan yang mengerumuni bangkai.

Marilah menangis ...

Karena kita tidak mampu untuk melazimi shalat sunat tahajjud,


Marilah menangis ...

Karena kita selalu terlupa membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an,

Marilah Menangis ...

Karena kita sukar sekali untuk shalat fardlu berjamaah di awal waktu.

Marilah Menangis ...

Dengan air mata keinsafan sebelum sampai masanya nanti apabila kita menangis dengan darah mata sekalipun, insaf kita itu tertolak.

Marilah Menangis ...

Dan bersujud kepada Allah dengan sujud yang sebenar. Sementara kita masih mampu sujud sebelum sampai masanya nanti kita hanya mampu berlutut,

"Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Jaatsiyah : 28)

Marilah, ...

Kita menangis dan bersujud kepada-Nya dengan penuh ketundukan hati.

Kita ini, kita beriman kepada-Nya.

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik."

***

"Kalau terjaga di tengah-tengah malam, ia suatu anugerah dari Allah. Allah kirimkan malaikatNya mengejutkan supaya bangun beribadah kepada Allah .... Kalau sadar, kemudian langsung kembali tidur tanpa ucapkan apa-apa seperti beristighfar, bertahmid dan sebagainya. Kemudian malam kedua dan malam ketiga pun begitu juga. Khawatir malaikat tidak akan datang lagi mengejutkan."

semoga bermanfa'at

Minggu, 06 November 2011

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ


Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah
istri Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda.
Tataplah wajahnya yang masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan
karena seharian ini badannya tak menemukan kesempatan untuk istirahat barang sekejap,
Kalau saja tak ada air wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari,
barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada lagi.

Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari.
Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar udara pagi,
Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya.
Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya,
membisingkan telinganya dengan tangis serta
membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis.
Baru berganti pakaian, sudah dibasahi pipis lagi.
Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.

Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tentang dia?
Masihkah Anda memimpikan tentang seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada
anak-anaknya seperti kisah dari negeri dongeng sementara di saat yang
sama Anda menuntut dia untuk menjadi istri yang penuh perhatian, santun
dalam bicara, tulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani
tugasnya sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya
bukan kewajiban istri tetapi dianggap sebagai kewajibannya.

Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang
perempuan yang sempurna, yang selalu berlaku halus dan lembut?
Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan istri kita membentak
anak-anak dengan mata rnembelalak.
Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih,
sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka amat wajar kalau ia tidak sabar.
Begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk
tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak.
Disaat itulah jarinya yang lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita rnenjerit
karena cubitannva yanq bikin sakit.

Apa artinya...? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh
bermanja-manja secara kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng.
Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang membutuhkan penerimaan.
Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda.
Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau
mendengar. Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya
berupa kesediaan untuk mendengar, atau ia tak pernah Anda akui
keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa kecuali dirimu
sendiri jika ia tiba-tiba meledak.
Jangankan istri kita yang suaminya tidak terlalu istimewa,
istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan,
meski yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw.
tak mau mendengar melainkan semata karena dibakar api kecemburuan.
Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah yang
sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang
dipecahkan.

Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita. Ketika kita
menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan
hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain. Ada kehangatan
yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam
menghadapi anak-anak setiap hari. Ada penerimaan yang perlu kita
tunjukkan agar anak-anak itu tetap menemukan bundanya sebagai tempat
untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang. Ada ketulusan yang
harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap
memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita. Sepenat apa pun
ia.

Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi
mestikah kita menunggu sampai mukanya berkerut-kerut. Karenanya, marilah
kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah
melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.
lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar
Untuk menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata
yang berbunga-bunga, bisa tanpa kata. Dan sungguh, lihatlah betapa
banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih itu, alangkah
bersemangatnya jika di saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat
yang diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.
Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman
hangat untuk istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"

Sulit melakukan ini?
Ada cara lain yang bisa Anda lakukan.
Mungkin sekedar membantunya menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak,
mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak salah niat kita.
Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, memandikan anak, atau menyuapi si
mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly;
tetapi semata karena mencari ridha Allah.
Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak ada artinya apa yang kila lakukan.
Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa dengan Allah di yaumil-kiyamah.
Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda.

Yang jelas, ada pengakuan untuknya, baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan
yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih.
Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih,
tak ada airmata duka yang menetes dari kedua kelopaknya.
Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya,
tak ada lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas
bantal karena merasa tak didengar.
Dan semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya,
kelak istri kita akan berkata tentang kita
sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,
Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."

Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih,
sesudah engkau perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya,
maka biarkanlah ia sejenak untuk meneruskan istirahatnya.
Hembusan udara dingin yang mungkinbisa mengusik tidurnya,
tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.
Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak
lekang oleh perubahan, Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia,
sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu.
Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita.
"Wahai manusia, sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana
kalian mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,"
kata Rasulullah Saw. melanjutkan,
'kalian mengambil wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka dengan kitab Allah. Takutlah kepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu berbuat baik. "
Kita telah mengambil istri kita sebagai amanah dari Allah. Kelak kita
harus melaporkan kepada Allah Taala bagaimana kita menunaikan amanah
dari-Nya, apakah kita mengabaikannya sehingga gurat-guratan dengan cepat
rnenggerogoti wajahnya, jauh lebih awal dari usia yang sebenarnya?
Ataukah, kita sempat tercatat selalu berbuat baik untuk istri ? Saya
tidak tahu. Sebagaimana saya juga tidak tahu apakah sebagai suami Saya sudah cukup
baik. Jangan-jangan tidak ada sedikit pun kebaikan di mata istri.
Saya hanya berharap istri saya benar-banar memaafkan kekurangan saya
sebagai suami. Indahya, semoga ada kerelaan untuk menerima apa adanya.

Hanya inilah ungkapan sederhana yang kutuliskan untuknya.
Semoga Anda bisa menerima ungkapan yang lebih agung untuk istri Anda.

~::*Tatapan Penuh Cinta....*::~ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Saudaraku...Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?

Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.

Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos
dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.

Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih,
betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,
betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya.
Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya.
Orang inilah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah.
Lihatlah ibu anda.
Hmm…kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu
kini kasar karena tempaan hidup yang keras.
Orang inilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita.
Orang inilah yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang,
dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.

Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu :
Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu.

Rasakanlah getaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat
betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.

Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil
yang entah kenapa selau saja nampak besar.

Secara ajaib Allah mengatur agar pengorbanan itu
bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan.

Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara dia berkata :
“betapa lelahnya aku hari ini”.
Dan penyebab lelah itu?
Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.

Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah.
Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.

Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka.
Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan seketika membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu” tak lagi membuka matanya, selamanya .

Semoga bermanfaat InsyaAllah...