Rabu, 21 Maret 2012

Ukhti.., Kamipun Pernah Merasakannya

Tertegun aku malam ini, seorang saudariku mengeluhkan semua kegundahan hatinya..
Dia lelah dan mulai jenuh dengan aktifitas dakwah dan tarbiyah..
Entah kenapa hatinya begitu sulit dia gerakkan ke majelis-majelis ilmu lagi..
Ku terdiam dan mendengar semua ceritanya..
Setelah dia selesai, akupun tersenyum dan berkata..

Ukhti, bukan hanya kau yang merasakannya, aku juga demikian..
Bahkan akhwat-akhwat yang lain yang mungkin keilmuannya jauh di atas kitapun juga merasakannya.

Ukhti, jalan yang kita tempuh ini bukan medan yang mudah…
Kita harus mampu menekan semua keinginan kita yang sejalan dengan nafsu kita, jika itu bertentangan dengan kehendakNya..
Pilihan hidup kita ini, berbeda dengan mereka di luar sana.
Mereka yang hidup tanpa ilmu, akan bebas melakukan apapun yang mereka inginkan..
Namun kita, kita punya tujuan di atas itu semua..
Kau ingat kan ukhti ? apa tujuan kita sebenarnya? (kataku sambil tersenyum padanya)
RidhoNya.. Ridho Allah..
Kau tahu kan? Bagaimana memperolehnya?  (kau hanya terdiam, dengan mata berkaca-kaca)
(tersenyum)  Ridho itu hanya dapat kita peroleh dengan menjalani hidup sesuai dengan kehendakNya..
Ridho itu hanya mampu kita raih dengan menjauhi semua hal yang tak di sukainya..
Lalu bagaimana kita mampu mengetahui apa yang Dia kehendaki dan yang tak dikehendakinya?
Yah, dengan menuntut ilmu, dengan mendatangi majelis-majelis dzikir itu..
Hanya dengan begitu kita tahu, jika itu saja kita mulai lelah mencari tahu, lalu bagaimana kita bisa meraih RidhoNya?

Ukhti, Jangan kau kira, keimanan kami akhwat-akhwat yang lain selalu stabil dan berada dalam taraf tinggi, dipuncak iman..
Tidak, kami pun sama denganmu, rasa jenuh itu pun senantiasa menghampiri, namun ingatlah,
Itulah tipu daya syaitan, dia tak akan lelah mendatangi  kita hingga kita melangkah di belakangnya mengikutinya dan semakin jauh dari jalan Allah..
Kamipun kadang sangat merasa malas, merasa betapa berat kaki ini melangkah, tapi kami paksakan diri ini bergerak, bahkan kalau perlu akan kami seret kaki kami menuju halaqah-halaqah itu, kenapa? ingatlah dan tanamkan dalam hatimu, hanya jiwa-jiwa terpilih yang dikuatkan Azzamnya oleh Allah untuk melangkah mendekatiNya ke taman-taman syurgaNya.
Dan katakan pada dirimu.. bahwa jiwa-jiwa terpilih itu haruslah kau..
Ukhti, ketahuilah, manusia hanya berada dalam 2 keadaan, jika ia tak berada dalam keadaan bertakwa pada Allah maka pastilah ia berada pada kondisi bermaksiat pada Allah..
Ukhti, kematian datang kapan saja, relakah kau jika kau di panggil dalam keadaan lalai padaNya?
Jika kau menghadap pada Allah dalam keadaan futur.
Alangkah merugi orang-orang yang disesatkan oleh Allah setelah beriman..
Alangkah kasihan orang-orang yang membelenggu dirinya dalam nafsu duniawi yang merupakan kenikmatan sesaat..
Alangkah menderitanya seseorang yang berjalan menyelisihi Allah..

Ukhti kau katakan malu untuk kembali, kau malu karena telah lama meninggalkan tarbiyah dan jamaah ini?
Apa yang kau malukan? Pada siapa? Allah? Akwat? Murobbiyah?
Masyaallah, ukhti.. ketahuilah, kami jauh lebih bahagia menemukanmu kembali berada dalam barisan jamaah ini, bahkan tak akan mungkin pernah terpikir di kepala kami untuk mencemoohmu, bahkan kami akan sangat kagum padamu, batapa kuat dirimu melawan godaan syaitan yang begitu besar pada dirimu dan kau mampu kembali ketengah-tengah kami..
Kami bahkan akan sangat iri padamu, betapa Allah sangat mencintaimu dengan tak pernah membiarkanmu jauh darinya, kendati banyak kekecewaan yang kau toreh di hatiNya, namun lihatlah Saking cintaNya Allah padamu, keimanan itu tetap dia lekatkan di hatimu, lihatlah betapa kegelisahan dan rasa rindu dengan jalan ini masih ada dihatimu.. lalu apa yang kau malukan? Tahukah kau? Bahwa Allah akan lebih bahagia mendapatkan hambanya yang kembali padaNya dan bertobat, dari pada seorang musafir yang menemukan bekalnya yang hilang di padang pasir.. lalu apa yang kau tunggu?
Ukhti, jangan malu, kembalilah.. jangan takut, kembalilah..
Kami masih tetap disini, seperti dulu.. menyambutmu dengan tangan terbuka..
Tak ada yang berubah..

Kau menangis.. Bahagia..

Kupeluk..
Ana uhibbuki fillah..
**************************************************

Aztriana_Makassar ^_^

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Kasih Jempolnya..