Kamis, 03 November 2011

~::*DI LEMBAR SAJADAH DALAM SUJUD KU *::~ ♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Cerita Dikit gpp kan.....

Bersama hari yang telah ku lewati untuk beberapa hari ini aku berusaha untuk tidak memikirkan nya sehingga hasil yang ku dapatkan begitu lebih ringan beban ini di saat tidak memikirkan Dia . Namun sedalam hati yang saya rasakan saat ini cinta itu masih bersandar di dalam labuhan hati ini .

Tetapi jiwa ini selalu ingin terus mencoba nya untuk melakukan yang terbaik antara Aku dan Dia , sehingga aku ingin terus belajar untuk menghapus jejak –jejak cinta yang ku miliki saat ini .

Walaupun agak sedikit sulit namun tak ada salah nya untuk di coba terlebih dahulu , karena apabila tak di coba tak mungkin rasa cinta ini hilang , lagi pula rasa cinta yang ku miliki hanya membuat kesedihan dalam kehidupan ku ..

Teman ku pernah berkata : bersedih itu bukan solusi, tetapi kesedihan yang hadapi itu harus kita ganti dengan senyuman karena keyataan yang hadir kehidupan kita seharusnya di terima dengan lapang dada karena setiap perstiwa yang hadir di hidup kita sudah harus nya kita terima dengan lapang agar kesedihan yang kita hadapi itu bukan menjadikan hidup ini menjadi terpuruk tetapi ujian dan kesedihan itu yang menjadikan diri ini lebih dewasa dalam berfikir dalam menyelesaikan suatu masalah yang sedang kita hadapi .

Sehingga perkataan teman ku  menjadikan sebuah pelajaran yang harus aku selesaikan penuh dengan semangat serta keyakinan dalam hidup ini  di saat aku dalam menjalani kenyataan yang sedang ku hadapi saat ini .

Perjuangan menjaga komitmen menjadikan hidup-ini benar-benar sebagai ladang ibadah. Inilah yang mewarnai hidupku saat ini , di awal-awal mempelajari kenyataan yang ada saat ini yang harus aku hadapi. Aku mencoba untuk Lebih memilih kondisi aku seperti ini karena tanggung jawab seorang hamba atas Sang pemilik Hidup-nya tak terlalaikan.

Cinta yang tersimpan dalam hati ini , sehingga menjadikan air mata menetes di ujung sejadah , memecah semua resah , gelisah karena cintaNya sang Pemurah , linggar , suara Cinta terdengar lirih dan Syahdu ..

Malam hari ku mencoba untuk mengerjakan suatu  pekerjaan yang belum terselesaikan sampai saat ini , karena semakin hari semakin banyak pekerjaan yang terlalaikan pada waktu itu , sehingga saat ini aku harus mengejar target agar masalah yang ku hadapi tidak menganggu pekerjaan ku ..

Ketika aku sedang mengerjakan tugas kantor malam itu pukul 08.00 tiba keadaan fisik aku melemah tak tau kenapa tiba –tiba mata berbayang –bayang dan akhirnya ku tinggalkan tugas kantor yang sedang ku kerjakan ..

Aku kembali istirahat sehingga malam pun ku lalui dengan tidur nyenyak, sehingga subuh terlahir aku mencoba membuka mata dan macari jam untuk melihat waktu pukul berapa pada waktu subuh yang sejuk , sehingga aku melihat waktu pada pukul 3.59 , dan aku coba untuk bangun dari tempat tidur dan sambi menunggu datang nya panggilan Muadzin yang berkumandang yang Mensucikan Asma Allah  , akupun mencoba untuk merapikan file –file kerja ku yang perlu di bawa ke kantor , setelah semua sudah rapi , aku coba untuk membersikan tubuh sehingga pada waktu membersikan tubuh sudah terdengar suara Muadzin yang sedang melafazkan Asma-Mu , tersentak aku mencoba untuk meyelesaikan membersihkan tubuh dan segera aku membasuh air suci di sekujur tubuh ini ..

Tak lama kemudian aku mencoba menjejaki kaki untuk melangkah menuju rumah Allah , sehingga malaikat mengiringi langkah ku di saat aku menuju rumah yang suci. Namun di saat aku tiba di sana langsung melakukan shalat sunnah sambi menunggu jama’ah yang lain nya agar kita bisa bersama –sama shalat subuh berjama’ah .

Ketika jama’ah telah kumpul kami semua melakukan shalat subuh , setelah selesai kami melaksanakan shalat subuh jama’ah saya melaksanakan dzikir bersama di pagi hari sambi menunggu terbit nya fajar .

Ketika fajar telah tiba kami semua melakukan doa pagi hari sebagai penutup ,dan tak lama kemudian jama’ah kami bubarkan, sehingga saya pun kembali ke rumah untuk siap-siap berangkat aktifitas kembali untuk kekantor ..

Ketika peralatan kerja sudah lengkap semua , saya lagsung pamit pada umi dan abi untuk kembali ke yayasan , dan yayasan dengan jarak rumah tak begitu jauh sehingga hanya di tempuh waktu 5 menit pun sudah sampai , ketika aku sampai di yayasan aku langsung mencoba menyalahkan computer , setelah computer telah ku hidupkan aku mecoba untuk membuka email ..  ternyata email yang ku dapatkan banyak sekali dari penggemar kembang anggrek . karena email tidak begitu terlihat semua maka saya lagsung membuka email facebook saya , ternyata banyak sekali pemberitahuan pada pagi itu …

Ketika aku sedang asik-asik menulis artikel di kembang anggrek , wanita  itu menyapa ku ..

Altafunisa : Salam .. Sahat ?

Abu Ayaz : Wa Alaikum Salam Waramatullahi Wa barokatuh . Allahmdulillah bii khoir

Abu Ayaz : Wa anti khaifa Halluk ?

Altafunisa : Walhamdulillah sehat ..

Setelah saling bertanya kami langsung off karena perbedaan waktu saya dan Altafunisa  sangat jauh , karena keberadaan Nisa ada di kota   seribu menara  dan pada saat itu kebetulan nisa juga sedang makan sahur , jadi saya tidak ingin menganggu nya ..

Setelah pembicaraan itu berlangsung hati saya langsung berbeda lagi , rasa cinta yang sedang aku coba untuk melupakan sehingga hadir kembali pagi yang sejuk itu menjadi pagi yang penuh dengan beban dan resah , sehingga rasa rindu kembali memuncak dan rasa cinta itu kembali membanyangi di kedalaman hati , aku pun menjadi resah sehingga banyak nya waktu yang terbuang untuk memikirkan gadis itu .

Setelah adzan dzhur berkumdang aku segera melakukan ibadah di mesjid yayasan , dan setelah selelsai shalat dzhur selelsai langsung ku isi dengan membaca al-qur’an agar bayang-bayang hati ini tak lagi memuncak , sehingga setelah membaca al-qur’an hati sedikit lebih tenang untuk menjalani peristiwa yang terjadi dalam kehidupan ini . karena aku mengingat bahwa ada sebuah ayat al-qur’an yang mengatakan hanya mengingat Allah hati ini menjadi tenang , sehingga yang sedang aku pikirkan , aku mencoba untuk melawan nya selalu ku isi dalam pikiran ini hanya nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga beban pikiran kembali tenang ..


Ketika pikiran sudah kembali tenang, aku mencoba untuk kembali ke yayasan untuk mengambil barang –barang yang masih tersimpan di meja kerja ku , setelah aku rapihkan semua nya serta computer telah ku matikan , segera aku menuju rumah , seketika sampai di rumah aku langsung coba istirahat menenangkan pikiran , ku coba rehat sejenak sambi menunggu datang shalat ashar , setelah 1jam aku rehat , tak lama kemudian adzan ashar berkumndang , segera aku langsung mengambil wudhu dan melaksanakan shalat ashar di rumah , setelah shalat sudah selesai lagsung aku mencoba merepihkan kamar ku yang berantakan ketika di saat merapihkan kamar pada waktu sore itu aku mencoba menulis sebait puisi di dinding kamar ku yang penuh dengan coretan sehingga kamar itu tak agi berwarna karena sudah terlalu banyak coretan –coretan kata yang penuh hikmah .

Syair …
Itikaf Rindu …. Meyulam Tafsir cinta … Kubaca pujian dalam rokaat sujud-ku di waktu malam .. .. Kutandai sejadah dengan tasbih kesetiaan …, Tapi air mata ini tak juga menetes menjadi malaikat …. Lalu kubacakan hati ini dengan sejuta Ayat-Ayat suci penuh dengan syahdu … Telah kusampaikan catatan hati melalui lembar sejadah di setiap jengkal sujudku … Bening air mata yang keluar melalui sungai –sungai kecil mengatarkan air kerinduan pada-Nya .Sehingga Kata –Kata ini menjadi saksi di saat Mengingat-Mu …

Di saat telah habis menuliskan sebait puisi aku lanjutkan dengan akhtifitas kembali sambi menunggu datang adzan magrib dan menunggu berbuka puasa . sambi mengisi waktu yang di tunggu , saya mencoba untuk membantu umi untuk melakukan pekerjaan rumah , sehingga sore itu saya menjadi lebih tenang sehingga masalah itu agak terlupakan ..

Sehingga waktu telah memukulkan jam 5.30 perkerjaan rumah juga sudah terselesaikan aku mencoba untuk membersikan tubuh sehingga setelah selesai aku langsung meyiapkan hidangan untuk berbuka puasa bersama di yayasan , setelah semua sudah siap saya dan Abi berangkat menuju yayasan ketika tiba di yayasan sudah cukup ramai jama’ah shalat magrib , namun tak lama kemudian adzan berkumdang dan kami semua jama’ah berkumpul untuk melakukan buka puasa dan membatalkan nya setelah membatalkan nya kami semua langsung melakukan shalat berjama’ah , setelah selesai kami semua langsung melakukan santapan bersama anak-anak yatim –piatu sehingga anak – anak yang selalu menghibur saya di saat saya terkadang membutuhkan seorang teman agar hidup tidak terlalu sepi , sehingga malam itu mereka bisa menghibur ku, di saat buka puasa mereka becanda bersama sehingga anak-anak itu walaupun berumur jauh di banding aku namun mereka punya pemikiran yang sangat dewasa yang tidak kita temukan pada anak-anak kecil lain nya , sehingga dari kedewasaan nya yang di miliki membuat saya untuk menjadi tau tentang hakikat kehidupan .

karena tidak semua anak kecil mempunyai pemikiran yang dewasa sehingga ia mengerti tentang hakikat kehidupan , akupun yang lebih dewasa harus memiliki pemikiran seperti ini sehingga aku harus mencotoh nya dari kehidupan anak-anak ini , karena hakikat kehidupan menjadikan hidup kita dan pemikiran kita menjadi luas Sehingga kita mengerti tentang hakikat kehidupan , kita tak perlu mengambil sebuah pelajaran ini untuk memilih-memilih orang karena yang dewasa pun terkdang belum memilki sifat yang seperti ini , namun kita untuk mengambil sifat seperti ini kepada siapa saja tidak pandang Tua dan Muda , karena kedewasaan manusia tidak di ukur dari kualitas umar nya tetapi kedewasaan manusia itu bisa kita lihat dari cara logat berbicara dan pemikiran Nya ..

Setelah kami sudah melakukan buka puasa bersama , saya dan Abi langsung melakukan shalat isya serta terawih bersama , pada saat itu kebetulan ada tausiyah tentang jangan banyak mengeluh di waktu bulan Ramadhan .

Saya mendegerkan Al-faqir menyapaikan sebuah nasehat dengan serius sehingga hati ini menjadi lebih tenang medapatkan tausiyah pada malam itu yang penuh dengan makna di setiap kata yang di lontarkan pada Al-faqir untuk jama’ah .

Al-faqir mengatakan : Assalamu Alaikum Wa ramatullahi Wa barakaatuh .. Setiap nafas terhembus, setitik usia pergi dari diri. Menghapus garis usia, hingga waktunya tiba bagi nafsi. Moga terganti dengan ridho Ilahi ..

Maka Bersyukurlah karena Ia titipkan hari pada kita. jangan Kita yang isi hari – hari kita dengan keluh kesah . Jika rasa syukur penuhi dada, moga hari baik akan menjelma .

Hidup bukan untuk mengeluh , namun hidup untuk kita jalani dengan baik , susah senang silih berganti maka hadapi setiap pristiwa yang ada dengan sebuah senyuman , Sang Pemilik Kehidupan memberi Ujian bukan beban, tetapi ia memberi ujian untuk menguji kedewasaan kita dalam kehidupan ini .

Jika hidup ini untuk mengeluh kita tak pantas , karena semua garis hidup sudah di tuliskan di laifu mafhuz jadi tak ada untuk mengeluh dan berkeluh kesah dalam menjalani hidup ini . karena sepatu saja yang lebih buruk dari orang ia tidak pernah mengeluh walaupun di injak , dan tak berkaki tapi sepatu tak mengeluh sama sekali.

Hidup bukan untuk dikeluhkan. Maknai sebagai ladang amal pengumpul bekal. Juga berusaha beri manfaat bagi sebanyak mungkin orang . karena Hidup adalah perjuangan, tapi kesulitan & ujian yang akan kita hadapi tak akan lebihi kesanggupan maka berjuanglah dan jangan menyerah . Gagal dan berhasil lumrah dalam hidup ini. Seperti mentari terbit pagi dan tenggelam di sore hari. Semoga kita diberi bijak olehNya untuk mengambil semua hikmah dari segala peristiwa.

Saat sulit dan tak nyaman menghampiri, pertanda nikmat hidup masih bersama kita. Sebab problema hanya buat mereka yang masih hidup. Selalu bersyukur dan bersabar. Semoga kita selalu dikaruniakanNya manisnya tawakal dan lezatnya iman dalam kehidupan.

Jika masih ada air yang dapat diteguk, jika ada sejumput makanan yang dapat kau telan & jika ada sandang yang dapat kau pakai: Alasan yang lebih dari cukup untuk bersyukur hari ini. Selamat menunaikan ibadah puasa , beramal optimal sekuat tenaga, bekerja untuk bersyukur dan beribadah pada Sang Pencipta. Semoga selalu diberkahiNya di hari ini. Amin. Salam semangat!

Firman Allah Ta’ala : “Ini adalah anugerah Allah. Dia bermaksud mengujiku, adakah aku bersyukur ataukah aku kufur.” (QS An-Naml: 40)

Pada saat Al-faqir meyampaikan itu semua, hati saya menjadi tenang , tak ada niat sedikit pun untuk menjauh dari Allah , dan semangat ku kembali memuncak untuk mengapai ridhai Allah , dan mengingat perkatan Hasan Al-basri : setiap manusia diciptakan di dunia mersakan musibah dan kesenagan , maka apabila kita sedang mendapatkan musibah maka bersabarlah karena sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar , dan Apabila kita sedang medapatkan kesenagan maka bersyukurlah karena Allah mencintai orang –orang yang yang bersyukur .

Sehingga setelah shalat terawih selesai hati saya menjadi lebih tenang dan pulang kerumah pun dengan hati yang tenang tidak ada keresahan dalam qalbu ini . Namun pada saat aku sudah tiba di rumah aku lagsung membuka tafsir untuk mempelajari nya karena minggu depan harus meyiapkan ujian , ketika saya sedang mencari bahan –bahan materi untuk ujian di internet gadis itu menyapa kembali , ada perasaan untuk membalas sapaan nya kembali atau tidak membalas nya , karena aku masih takut terjadi seperti tadi pagi , sehingga aku memohon kepada Allah dan berdoa untuk meminta jalan terbaiknya sehingga selepas berdoa tangan ini mengetik sendiri dan tidak di sengaja sapaan itu ku balas , ia menyapa ku seperti ini ..

Altafunisa : Buka puasa pakai apa tadi ? sambi senyum .

Abu Ayaz : Assalamu Alaikum, tidak salah kha ini ?

Altafunisa : Terseyum .

Altafunisa : Hanya sekedar Tanya saja .

Abu Ayaz  : Ouw , tadi buka bersama di yayasan , hanya makan ager dan minum es kelapa

Altafunisa  : duch enak sekali minum es kelapa , di sini tidak ada es kelapa jawab nya sambi ^__^

Abu Ayz     : Yang ada aja yang penting seger .

Dan tak lama kemudian perbincangan itu di pisahkan lagi oleh waktu , karena ia harus berbuka puasa dan setelah perbincangan itu saya hanya kembali meneteskan sebuah air mata karena kesedihan yang meresahkan hati ..

Syair
Senja itu bukan akhir dari segalanya
Senja bukanlah matahari yang terbenam
Senja bukanlah kembang di ujung barat
Senja itu sambutan Dari setiap langkah penantian menuju kesuksessan .

Titip rindu pada malam.. Entah, tiap kali surya kan menapak, ada segores sepi dan sedih tersisa.. Kendati mentari menyambut degan hangat dan ceria, tetap saja yg tertinggal rindu pada sang malam.. Rindu syahdunya, rindu sejuknya, rindu heningnya, selalu terasa menghentak.Padamu di bumi belahan sana, yang tengah berjumpa degan sang malam..  ku Titip rinduku padanya, pada pekatx malam..

Karena ku tahu, cinta tak akan menjerumuskan. Maka ku ingin tak sedikit pun kau tampak cacat di mataNya. Karena ku tahu, aku pun berarti dalam hidupmu, maka jadikanku jalanmu menggapai cintaNya. Ku mohon degan sangat, dari hati yg terdalam, jangan bukan karena aku, tapi karenaNya. Karena aku dapat mati, cintaku dapat pupus.

Terkadang diri ini begitu lelah berkejaran degan cepatx putaran dunia.. Mataku  perih menatap debu-debu  fana. Kaki ini  rapuh untuk berlari. Ingin ku tutup telingaku yang terasa  bising dengan teriakan para penikmat dunia. Hatiku begitu kecil untuk membagi cinta pada mereka yang kering akan kasih. Aku letih, ku ajukan izin padaMu.. Untuk beristirahat Sejenak saja, ingin kututup mata ini.. Aku letih.. Bolehkah?

Mencintaimu bagai menggenggam mawar.. Ada kalanya membawa wangi yang  semerbak. Namun dapat berubah luka karena duri yg melekat.

Mencintaimu bagai menatap pelangi. Indah tak terkira membentang di angkasa. Namun hati ini tak tenang karena cinta kan hilang tersapu waktu..

Kadang ku ingin seperti mentari. Yang mampu memberi hangat pada semesta. Namun ketika ku sadar ku tak mampu, ku pun cukup bahagia mejadi pohon yang tumbuh pada di pinggir jalan, yang dapat menjadi tamu beteduh dari terik yang memanggang.

Kadang ku ingin seindah purnama, bersinar indah di daalm gulita. Namun ketika ku tau tak mungkin. Aku pun cukup bahagia mejadi sepoi angin, walau tak nampak, tapi mampu meberimu sejuk dalam lelap malammu..

Terpekur aku di ujung sajadah, menangis pilu tak tertahan sungai-sungai kecil mengalir begitu saja membasahi ruang wajah sang musafir , Ahhhai Jika mulai teringat wanita hebat itu, kembali tunduk jiwaku pada hening tanpa batas. Semoga dia selalu berbahagia dikehidupan indahnya kini, esok dan seterusnya

Semoga bermanfaat InsyaAllah...

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan Kasih Jempolnya..