Kamis, 03 Januari 2013

‎... Buat Sang Suami ...

 (¯`*•.¸♥Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh♥¸.•*´¯)
Entah dengan apa ku harus menggambarkan segala rasa padamu...
Tak cukup hanya dengan untaian kata serta barisan kalimat indah..
Juga tak mampu tergambar dengan berbagai macam warna, karena semuanya terlalu begitu indah..
Tiada kain kanvas yang mampu membingkai semua warna tentangmu duhai suamiku..
Karena engkau teramat indah dan indah di sini di dada dan hati ini...

Duhai lelaki pilihan Allah buat diriku..
Tahukah betapa gemuruh dada ini seakan melayang tinggi..
Seakan membawaku terbang ke awan yg mampu terekspresikan dengan airmata...
Dimana dari lisanmu kau sebut namaku dalam lantunan ijab kabul nan suci..
Saat itu pula ku abdikan diriku kepada dirimu dg ketaatan yang aku miliki..
Dan engkau tahu bahwa aku patuhi keinginanmu selama tidak bermaksiat pada Yang Maha Pengasih, Robbul izzati..

Duhai lelaki penghias mata dan hatiku..
Tiada pernah ku lalui setiap hari, setiap jam, setiap detik kecuali dg rasa cinta padamu..
Tiada pernah berkurang rasa ini padamu, karna di sini di hati ini kaulah yg jadi terindah..
Dan aku pun berharap dg segala kekuranganku...
Sudilah engkau menjadikanku perhiasan terindah di mata dan hatimu..

Duhai cintaku labuhan hatiku..
Gandeng tanganku menuju ke jannah-Nya..
Jangan segan bangunkan ku di sepertiga malam terakhir..
Bersama kita mengarungi samudera cinta-Nya di lautan dzikir..
Dan jangan pernah segan menegurku dalam setiap kekhilafanku..
Karna aku hanya wanita biasa yg kadang ada lupa juga salah..
Jangan membentaku atau jangan pula membiarkanku..
Karena ku sadar bagaikan kaca yang berdebu..
Dengan kekerasan bisa membuat retak dan pecah..
Membiarkan justru makin penuh noda menjadi parah..
Namun bimbing aku dg kesabaranmu dan keimananmu..
Karena aku adalah kaum yg di ciptakan dari tulang yg bengkok,..
Dan tuntun aku dalam dekapan ketaqwaanmu..
Dan biarkan aku menangis dalam pelukan doa...

Arti Uang Dua Puluh Ribu Rupiah




hikmah, rezeki, uang, dua puluh ribu
Apa yang bisa Anda lakukan dengan uang dua puluh ribu rupiah? Bisakah uang itu membahagiakan orang? Jawaban atas pertanyaan tersebut pasti sangat beragam, tergantung latar belakang dan pengalaman hidup masing-masing.

Saya punya pengalaman menarik dengan uang dua puluh ribu rupiah. Kemaren saat perjalanan pulang dari kantor, saya mengisi bahan bakar di pom bensin dan kesempatan itu saya gunakan belanja di Indomaret. Saya membeli panganan kecil dan minuman untuk.

Saat saya hendak melakukan pembayaran, seorang anak bertanya pada kasir, “Mbak, buku ini berapa harganya?” Dengan cepat petugas itu menjawab, “Dua puluh ribu rupiah.” Anak itu berkata lagi, “Boleh gak buku ini disimpan jangan dijual, saya akan kumpulkan uang, nanti kalau sudah punya uang saya beli bukunya.” Petugas itu menggelengkan kepalanya.

Tanpa berpikir panjang saya langsung berkata, “Dik, ambil saja bukunya, saya yang bayarin.” Anak itu terdiam menatap saya tanpa berkata apapun. Maka saya tegaskan lagi, “Bawa pulang bukunya, itu hadiah dari saya.” Anak remaja itu kemudian menghampiri saya, menjabat tangan saya, mencium tangan saya berulang-ulang. Tangan saya basah oleh tetesan air matanya.

Diapun berkata lirih, “Terima kasih, om. Saya senang membaca buku yang bagus. Saya sering beli buku di tempat ini.” Sembari menahan air mata haru yang hendak keluar dari mata, saya tersenyum menatap remaja itu. Saya segera menuju mobil dan membiarkan air mata keluar membasahi pipi. Saya hanya bisa bergumam, “Oh, betapa banyak anak yang ingin maju dan berkembang tapi terkendala karena tak punya uang.”

Dua puluh ribu ternyata mampu membahagiakan seorang anak remaja yang senang membaca. Dua puluh ribu ternyata juga bisa membuat mata saya berkaca-kaca. Air mata yang meleleh dari mata saya adalah perpaduan antara rasa haru, sedih dan bahagia bercampur menjadi satu. Mari belanjakan dua puluh ribu rupiah untuk hal-hal yang bermakna…Sumber