Jumat, 30 Desember 2011

PERAYAAN TAHUN BARU DAN PANDANGAN ISLAM...

 Setiap akhir tahun biasanya semua manusia di dunia ini tidak terkecuali kaum Muslim mengalami wabah penyakit yang luar biasa, pengidap penyakit ini biasanya menjadi suka menghamburkan harta untuk berhura-hura, euforia yang berlebihan, pesta pora dengan makanan yang mewah, minum-minum semalam penuh, lalu mendadak ngitung (3.., 2.., 1.. Dar Der Dor!).


Wabah itu bukan flu burung, bukan juga kelaparan, tapi wabah penyakit akhir tahun yang kita biasa sebut dengan tradisi perayaan tahun baruan. Kaum muda pun tak ketinggalan merayakan tradisi ini. Kalo yang udah punya gandengan merayakan dengan jalan-jalan konvoi keliling kota, pesta di restoran, kafe, warung (emang ada ya?)

Kalo yang jomblo yaa.. tiup terompet, baik terompet milik sendiri ataupun minjem (bagi yang nggak punya duit). Kalo yang kismin, ya minimal jalan-jalan naik truk bak sapi lah, sambil teriak-teriak nggak jelas.

Dan bagi kaum adam yang normal menurut pandangan jaman ini, kesemua perayaan itu tidaklah lengkap tanpa kehadiran kaum hawa. Karena seperti kata iklan “nggak ada cewe, nggak rame”

Bahkan di kota-kota besar, tak jarang setelah menunggu semalaman pergantian tahun itu mereka mengakhirinya dengan perbuatan-perbuatan terlarang di hotel atau motel terdekat.

Yah itulah sedikit cuplikan fakta yang sering kita lihat, dengar, dan rasakan menjelang malam-malam pergantian tahun. Ini dialami oleh kaum muslimin, khususnya para anak muda yang memang banyak sekali warna dan gejolaknya. Nah, sebagai pemuda-pemudi muslim yang cerdas, agar kita nggak salah langkah di tahun baruan ini, maka kita harus menyimak gimana seharusnya kita menyikapi momen yang satu ini.

Asal muasal tahun baruan
Awal muasal tahun baru 1 Januari jelas dari praktik penyembahan kepada dewa matahari kaum Romawi. Kita ketahui semua perayaan Romawi pada dasarnya adalah penyembahan kepada dewa matahari yang disesuaikan dengan gerakan matahari.

Sebagaimana yang kita ketahui, Romawi yang terletak di bagian bumi sebelah utara mengalami 4 musim dikarenakan pergerakan matahari. Dalam perhitungan sains masa kini yang juga dipahami Romawi kuno, musim dingin adalah pertanda ’mati’ nya matahari karena saat itu matahari bersembunyi di wilayah bagian selatan khatulistiwa.

Sepanjang bulan Desember, matahari terus turun ke wilayah bahagian selatan khatulistiwa sehingga memberikan musim dingin pada wilayah Romawi, dan titik tterjauh matahari adalah pada tanggal 22 Desember setiap tahunnya. Lalu mulai naik kembali ketika tanggal 25 Desember. Matahari terus naik sampai benar-benar terasa sekitar 6  hari kemudian.

Karena itulah Romawi merayakan rangkaian acara ’Kembalinya Matahari’ menyinari bumi sebagai perayaan terbesar. Dimulai dari perayaan Saturnalia (menyambut kembali dewa panen) pada tanggal 23 Desember. Lalu perayaan kembalinya Dewa Matahari (Sol Invictus) pada tanggal 25 Desember. Sampai tanggal 1-5  Januari yaitu Perayaan Tahun Baru (Matahari Baru)

Orang-orang Romawi merayakan Tahun Baru ini biasa dengan berjudi, mabuk-mabukan, bermain perempuan dan segala tindakan keji penuh nafsu kebinatangan diumbar disana. Persis seperti yang terjadi pada saat ini.

Ketika Romawi menggunakan Kristen sebagai agama negara, maka terjadi akulturasi agama Kristen dengan agama pagan Romawi. Maka diadopsilah tanggal 25 Desember sebagai hari Natal, 1 Januari sebagai Tahun Baru dan Bahkan perayaan Paskah (Easter Day), dan banyak perayaan dan simbol serta ritual lain yang diadopsi.

Bahkan untuk membenarkan 1 Januari sebagai perayaan besar, Romawi menyatakan bahwa Yesus yang lahir pada tanggal 25 Desember menurut mereka disunat 6 hari setelahnya yaitu pada tanggal 1 Januari, maka perayaannya dikenal dengan nama ’Hari Raya Penyunatan Yesus’ (The Circumcision Feast of Jesus)

Pandangan Islam terhadap Perayaan Tahun Baru’Ala kulli hal, yang ingin kita sampaikan disini adalah bahwa ’Perayaan Tahun Baru’ dan derivatnya bukanlah berasal dari Islam. Bahkan berasal dari praktek pagan Romawi yang dilanjutkan menjadi perayaan dalam Kristen. Dan mengikuti serta merayakan Tahun baru adalah suatu keharaman di dalam Islam.

Dari segi budaya dan gaya hidup, perayaan tahun baruan pada hakikatnya adalah senjata kaum kafir imperialis dalam menyerang kaum muslim untuk menyebarkan ideologi setan yang senantiasa mereka emban yaitu sekularisme dan pemikiran-pemikiran turunannya seperti pluralisme, hedonisme-permisivisme dan konsumerisme untuk merusak kaum muslim, sekaligus menjadi alat untuk mengeruk keuntungan besar bagi kaum kapitalis.

Serangan-serangan pemikiran yang dilakukan barat ini dimaksudkan sedikitnya pada 3 hal yaitu (1) menjauhkan kaum muslim dari pemikiran, perasaan dan budaya serta gaya hidup yang Islami, (2) mengalihkan perhatian kaum muslim atas penderitaan dan kedzaliman yang terjadi pada diri mereka, dan (3) menjadikan barat sebagai kiblat budaya kaum muslimin khususnya para pemuda.

Ketiga hal tersebut jelas terlihat pada perayaan tahun baru yang dirayakan dan dibuat lebih megah dan lebih besar daripada hari raya kaum muslimin sendiri. Tradisi barat merayakan tahun baru dengan berpesta pora, berhura-hura diimpor dan diikuti oleh restoran, kafe, stasiun televisi dan pemerintah untuk mangajarkan kaum muslimin perilaku hedonisme-permisivisme dan konsumerisme.

Kaum muslim dibuat bersenang-senang agar mereka lupa terhadap penderitaan dan penyiksaan yang terjadi atas saudara-saudara mereka sesama muslim. Dan lewat tahun baruan ini pula disiarkan dan dipropagandakan secara intensif budaya barat yang harus diikuti seperti pesta kembang api, pesta minum minuman keras serta film-film barat bernuansa persuasif di televisi.

Semua hal tersebut dilakukan dengan bungkus yang cantik sehingga kaum muslimin kebanyakan pun tertipu dan tanpa sadar mengikuti budaya barat yang jauh dari ajaran Islam. Anggapan bahwa tahun baru adalah “hari raya baru” milik kaum muslim pun telah wajar dan membebek budaya barat pun dianggap lumrah.

Walhasil, kaum secara i’tiqadi dan secara logika seorang muslim tidak layak larut dan sibuk dalam perayaan haram tahun baruan yang menjadi sarana mengarahkan budaya kaum muslim untuk mengekor kepada barat dan juga membuat kaum muslimin melupakan masalah-masalah yang terjadi pada mereka.

Dan hal ini juga termasuk mengucapkan selamat Tahun Baru, menyibukkan diri dalam perayaan tahun baru, meniup terompet, dan hal-hal yang berhubungan dengan kebiasaan orang-orang kafir. Wallahua’lam

Kamis, 29 Desember 2011

RENUNGAN, MUHASABAH, DAN DO’A AKHIR TAHUN


TAK TERASA SEBENTAR LAGI KITA AKAN MENINGGALKAN TAHUN 2011   DAN MENYONGSONG TAHUN BARU 2012 MASEHI. INI BERARTI UMUR KITA SEMAKIN BERKURANG. OTOMATIS KEMATIAN SEMAKIN DEKAT..DEKAT..DAN DEKAT. DENGAN BERKURANGNYA UMUR KITA, SUDAHKAH KITA DI AKHIR TAHUN 2011  INI MEMPERSIAPKAN DIRI DAN MELUANGKAN WAKTU UNTUK MERENUNG, BERMUHASABAH (INTROSPEKSI) TENTANG APA-APA YANG TELAH KITA LAKUKAN.

MARILAH SEGERA KITA BERMUHASABAH SEBELUM ALLAH MENGHISAB KITA. MARILAH KITA RENUNGKAN APA YANG PERNAH DIUNGKAPKAN OLEH KHALIFAH UMAR BIN KHATTAB RA,” HISABLAH DIRI KALIAN SEBELUM KALIAN DIHISAB OLEH ALLAH SWT. KELAK. BERSIAPLAH MENGHADAPI HARI PERHITUNGAN YANG AMAT DAHSYAT. SESUNGGUHNYA HISAB PADA HARI KIAMAT AKAN TERASA RINGAN BAGI ORANG YANG SELALU MENGHISAB DIRI KETIKA DI DUNIA.”

ATAUKAH MALAH SEBALIKNYA. KITA BUKAN MEMPERSIAPKAN MENGEVALUASI DIRI, TAPI MEMPERSIAPKAN UNTUK MEMPERINGATI MALAM TAHUN BARU 2012 DENGAN SEGALA KEGIATAN YANG TIDAK BERMANFAAT, BERFOYA-FOYA DAN MUBADZIR. MEMBELI SEABREK PETASAN, KEMBANG API, TEROMPET BERMACAM-MACAM BENTUK, TOPI, PESTA MINUMAN KERAS BAHKAN PESTA SEX. NA’UDZUBILLAHI MIN DZALIK.

INGATLAH FIRMAN ALLAH SWT.,” SESUNGGUHNYA ORANG-ORANG YANG PEMBOROS ITU ADALAH SAUDARA SETAN DAN SETAN ITU SANGAT INGKAR KEPADA TUHANNYA.” ( QS.AL-ISRO’{17} : 27).


COBA TENGOK TETANGGA KITA ! APA MASIH ADA YANG KELAPARAN DAN MEMBUTUHKAN ULURAN TANGAN ? KALAU SEMUA ITU MASIH ADA DI SEKITAR KITA, BUKANKAH LEBIH BAIK MEMBERIKAN UANG YANG KITA HAMBUR-HAMBURKAN ITU KEPADA MEREKA? ATAU KALAU KITA MASIH “ENGGAN” MEMBERIKANNYA KEPADA MEREKA, MINIMAL KITA TIDAK MEMBELANJAKAN HARTA KITA UNTUK KEMAKSIATAN.

ATAU IKUTILAH KEGIATAN-KEGIATAN SEPERTI MUHASABAH NASIONAL, ISTIGHOSAH NASIONAL, ISTIGHFAR NASIONAL YANG MARAK MENJELANG PERGANTIAN TAHUN BARU. ITU LEBIH BERMANFAAT DAN LEBIH BAIK BAGI KITA DAN ORANG DISEKITAR KITA.

SAUDARAKU !
SEKALI LAGI MARI KITA MENGHITUNG-KALAU SEMPAT- BERAPA BANYAK AMAL BAIK YANG TELAH LAKUKAN. DAN BERAPA BANYAK AMAL BURUK YANG KITA PERBUAT. KALAU KIRA-KIRA MASIH BANYAK AMAL BAIK YANG KITA LAKUKAN, JANGAN BERBAGGA DULU. PERBANYAKLAH ISTIGHFAR. BUKANKAH NABI SAW. SETIAP HARI BERISTIGHFAR 70 SAMPAI 100 KALI ? PADAHAL DOSA-DOSA BELIAU YANG LALU DAN YANG AKAN DATANG TELAH DIAMPUNI ALLAH SWT.

KALAU TERNYATA DOSA KITA LEBIH BANYAK, JANGANLAH BERPUTUS ASA, KARENA ALLAH MAHA PENGAMPUN. ALLAH BERFIRMAN,” SESUNGGUHNYA ALLAH MENGAMPUNI DOSA-DOSA SEMUANYA. SESUNGGUHNYA DIA-LAH YANG MAHA PENGAMPUN LAGI MAHA PENYAYANG.” (QS. AZ-ZUMAR: 53)

RASULULLLAH SAW. BERSABDA,”“SETIAP MANUSIA PASTI BANYAK BERBUAT SALAH, DAN SEBAIK-BAIK ORANG YANG BERBUAT SALAH ADALAH ORANG YANG SERING BERTAUBAT” (HR. TIRMIDZI N?.2687. AT TIRMIDZI BERKATA: “HADITS INI GHARIB”. DI-HASAN-KAN AL ALBANI DALAM AL JAMI ASH SHAGHIR, 291/18)

DO’A AKHIR TAHUN
DO’A INI BUKAN HANYA DIKHUSUSKAN UNTUK MALAM AKHIR TAHUN SAJA, TAPI SETIAP WAKTU KITA BISA MENGGUNAKANNYA.

YA ALLAH
PADA MALAM INI KUSERAHKAN JIWA DAN RAGAKU HANYA KEPADA-MU. JADIKANLAH HAMBA ORANG YANG SELALU IKHLAS DAN KOMITMEN PADA JALAN-MU.
YAA ALLAH YA RAHMAN, YA RAHIIM, YA JABBAR, YA ‘ALIMUN HALIIM. YA AZIZUL HAKIM.
YA ALLAH SAYA ADALAH HAMBAMU YANG DHOIF, BANYAK KEKURANGAN DAN PENUH DENGAN DOSA DAN KESALAHAN.
YAA ALLAH KAMI MOHON KEPADA-MU, DENGAN RAHMAT-MU YANG MELIPUTI SEGALA SESUATU, DENGAN KEKUASAAN-MU YANG DENGANNYA ENGKAU TAKLUKAN SEGALA SESUATU.

YA ALLAH, KAMI BERLINDUNG ATAS CAHAYA ROBBANI-MU, YANG MEMENUHI SEGALA SESUATU, KEKUASAAN-MU YANG MENGATASI SEGALA SESUATU, ILMU-MU YANG MENCAKUP SEGALA SESUATU. WAHAI NUR, WAHAI YANG MAHA AWAL DAN SEGALA YANG AWAL, WAHAI MAHA AKHIR DARI SEGALA YANG AKHIR.

AMPUNILLAH DOSA-DOSA KAMI YANG MENDATANGKAN BENCANA,

AMPUNILLAH DOSA-DOSA KAMI YANG MERUSAK KARUNIA,

AMPUNILLAH DOSA-DOSA KAMI YANG MENAHAN DOA,

YA AMPUNILAH DOSA KEDUA ORANG TUA KAMI, KASIHANILAH BELIAU SEBAGAIMANA BELIAU MENGASIHI KAMI SEWAKTU KECIL.
YA ALLAH, AMPUNILAH DOSA-DOSA KEDUA ORANG TUA KAMI, KHUSUSNYA YANG SUDAH MENINGGAL DUNIA. TERANGILAH KUBURNYA, LAPANGKALAH KUBURNYA, YA ALLAH JADIKAN DOA KAMI SAAT INI MENJADI PENYEJUK RUHNYA RUH ORANG TUA KAMI DI KUBUR,

YAA ALLAH, JANGANLAH ENGKAU AZAB KEDUA ORANG TUA KAMI, DISEBABKAN KARENA MAKSIAT DAN DOSA –DOSA DARI PUTRA-PUTRINYA. YAA , ALLAH, SUNGGUH DARI PERMINTAAN KAMI YANG PALING DALAM, SEMOGA ENGKAU AMPUNI DOSA DAN KESALAHAN KEDUA ORANG TUA KAMI, JIKA MEREKA SEWAKTU HIDUP TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN DAN PEMAHAMAN AKAN AGAMA INI SEBAGAIMANA KAMI FAHAMI SAAT INI. YAA ALLAH , ENGKAULAH MAHA PENGAMPUN .

YA ALLAH, JADIKANLAH KELUARGA KAMI MENJADI KELUARGA SAKINAH, MAWADAH, DAN RAHMAH, YAITU SEBUAH KELUARGA YANG SELALU ENGKAU BERIKAN CAHAYA , PETUNJUK DAN KASIH SAYANG DALAM KELUARGA KAMI. JAUHKANLAH KAMI DARI PERSELISIHAN, SALING MENCARI KESALAHAN, SERTA MUDAHKANLAH KAMI DALAM MENYELESAIKAN PERSOLAN HIDUP KAMI.

YA ALLAH, JADIKANLAH PUTRA-PUTRI KAMI MENJADI ORANG-ORANG YANG SHOLEH DAN SHOLEHAT.

YAA ALLAH, IZINKANLAH KAMI UNTUK BERTEMU KEMBALI DENGAN SELURUH ORANG TUA KAMI, DAN SAUDARA KAMI UNTUK BERTEMU KEMBALI DI SYURGAMU DENGAN PENUH KERIDHOAN.

YA ALLAH, JADIKANLAH ANAK DIDIK KAMI ANAK YANG BERBAKTI KEPADA ORANG TUA DAN GURU MEREKA, TANAMKANLAH SEMANGAT BELAJAR MEREKA. JAUHKANLAH MEREKA DARI MAKSIAT YANG SEDANG MERAJALELA DI NEGERI KAMI. SELAMATKANLAH MEREKA DARI PERZINAHAN, MINUMAN KERAS, NARKOBA, DAN PORNOGRAFI.

YA ALLAH, JADIKAN NEGRI INI NEGRI YANG BERKAH, BERIKAN KEPADA KAMI PEMIMPIN YANG BERKUALITAS DAN BIJAK, TIDAK MEMIHAK KEPADA KEBATHILAN ATAU EGOIS DENGAN DIRINYA SENDIRI, TIDAK MENGUMPULKAN HARTA DAN HAUS KEKUASAAN, SEMENTARA RAKYATNYA KELAPARAN, MENDERITA, SERTA MALAPETAKA ADA DIMANA-MANA.

YA ALLAH JADIKAN NEGRI INI, SEPERTI NEGRI MADINAH SEWAKTU RASULULLAH MEMIMPINNYA, SEBUAH NEGRI YANG AMAN, MAKMUR DAN SEMUA ORANG MERAS TENANG.

YA ALLAH KABULKANLAH DO’A KAMI INI.