Minggu, 22 April 2012

Melukis Cinta di Langit Kejujuran



Kejujuran adalah ruh dari cinta itu sendiri
Dia merupakan bahan dasar dari cinta itu sejatinya.


Kejujuran adalah sisi lain dari sisi cinta yang tak bisa kita hilangkan
Maka jika tak jujur, itu tanda dari kita tak cinta lagi…..
Disinilah kita harus menyelami samudra niat kita selama ini
Untuk apa kita menikah?
Untuk apa menikahinya?
Jujurlah pada nuranimu yang bening itu…
Agar jika niat kita selama ini salah
Selama ini tak jujur, bisa kita perbaiki, bisa kita bangun lagi dari titik nol
Titik penumbuhan cinta….!
Karena betapa banyak orang yang mengakhiri biduk rumah tangganya
Karena diawal mereka tak jujur….
Menikahi karena kecantikannya semata
Begitu datang yang lebih cantik menggodanya, ia jatuh, ia hancur, ia maksiat
Maka bubarlah rumah tangga itu…..!
Atau orang-orang yang menikah karena jabatan semata, karena melihat status sosial semata
Maka begitu jabatan itu hilang, maka begitu Allah mengujinya dengan kemiskinan..
Maka bubarlah rumah tangga itu..!!
Inilah potret mereka yang tak jujur pada niatnya.
Yang ada akhir yang tak menyenangkan di perjalanan sejarah rumah tangganya.


**Saatnya Melukis Cinta itu**
Jika kata adalah sepotong hati, maka ku ingin kata ini, yang terjalin dari huruf-huruf dalam nurani ku
Tuk menjadi doa….
Agar Allah selalu menghadirkan di hatimu
Tentang cintaku padamu duhai istriku sayang….
Agar pula kau tahu, bahwa selamanya aku mencintaimu.
Agar engkau selalu melihat binar cinta di mataku
Agar kau paham dan mengerti setiap kata yang ku ucap untukmu adalah doa
Bahwa aku ingin selamanya dengan mu…
Beriringan saling menggenggam jemari, hingga langkah kita ke SurgaNya……!
Karena Cinta menurut ku tak berwarna
ia menjadi jingga
sebagaimana kau memaknainya
ia pun menjadi kuning, biru, dan merah
sebagaimana kau menginginkannya
Karena Cinta bagiku tak ubahnya kumpulan narasi
tentang kejujuran dan keberanian
tentang kemarahan dan kasih sayang
Karena Cinta adalah lukisan yang unik dan tak terkatakan
sebab ia menenggelamkan kita pada angan-angan
dan pada mimpi yang abadi
dan cintaku padamu adalah surga yang tak bisa kumasuki jika tanpamu…….
***
Kutulis ba’da dhuha hari ini ada rindu yang selalu menyala untukmu sayang….duhai istriku



Menuju Langit Kemuliaan


Ada saatnya mengerti
Dan saat itu pun pasti kan terjadi
Memahami akan kemulian diri
Menuju kebahagian kekal abadi
Dalam luasnya kelapangan hati


Kecilku
Dengan segala kesan
Berlari kecil mahkota terlarang terurai
Tak pernah sama sekali terpikirkan
Walau peranjakan dewasa mulai terlihat
Seperti kunang-kunang tetap bersinar


Balutan lembut mulai menutupi
Terlihat berbeda dari kebanyakan
Menerima dengan keikhlasan hati
Masa itu menjadi hikmah permulaan
Pada masa perkembangan diri


Mulai merasa risih dengan perbedaan
Tahukah engkau keinginan hati ini?
Sindirian kecil terus berlalu melewati
Dibalas mengindahkan
Bahkan olokan pun terhunus tajam melukai


Panas. Gerah. Repot
Banyak  ocehan terlontar
Tak tahu apa arti dari nasihat itu
Tertuju  kosong
Tingginya langit diamati


Katanya
Banyak yang mengatakan ini
Dengannya kebebasan berekspresi
Hilang
Tertelan dalamnya keengganan
Duduk lesu tidak mengetahui


Sudah banyak hikmah disampaikan
Apapun itu walau datang dari hal kecil
Tiap insan diberi keleluasaan untuk memilih
Sejatinya hanya untuk kebahagiaan


Semakin lama waktu langit ditatapi
Tentang kemuliaan hakiki
Kini sudah memahami
Akan sebuah perbedaan berarti
Dengan kebanggaan diri


Tak sekadar menutupi keanggunan
Dan bukan karena kelemahan
Sebagai sebuah alasan
Menghalangi untuk menjaga pandangan


Ini tentang sikap iffah
Sepantasnya akan ‘izzah
Seorang muslimah
Berdiri tegak membanggakan
Diatas ranah sejarah
Sebagai kerasnya episode kehidupan
Untuk kemuliaan mereka berarti indah